K-drama lovers, pasti beberapa di antara kamu sudah tidak asing lagi menonton drama korea (drakor) yang membahas isu budaya kerja di negara mereka, bukan? Ternyata, bukan tanpa alasan lho, para pembuat film di negara ginseng ini sering menyoroti permasalahan tersebut.
Ya, hal ini dikarenakan dunia kerja memang menjadi bagian yang sangat melekat bagi kehidupan masyarakat Korea Selatan. Mulai dari perusahaan besar hingga start up, suasana di kantor kerap dijadikan latar penting untuk membangun cerita di dalam drama Korea.
Lantas, kenapa drama Korea sering membahas isu budaya kerja? Untuk mengetahui jawabannya, ikuti terus pembahasannya berikut ini, yuk!
Daftar Isi
ToggleKenapa Drama Korea Sering Membahas Isu Budaya Kerja?
Dilansir dari IDN Times, ada sejumlah alasan yang melatarbelakangi permasalahan mengapa budaya lingkungan kerja sering menjadi bagian di dalam cerita drama Korea. Berikut beberapa di antaranya:
1. Gambaran Nyata Dunia Kerja di Korea

Source: X/@StudiDragonKR
Budaya kerja dalam drama Korea sering diperlihatkan sebagai lingkungan yang kompetitif, penuh dengan tuntutan, dan tak jarang sangat memperhatikan tingkatan jabatan antar sesama pekerja. Kondisi inilah yang tidak jauh berbeda dengan yang terjadi di dalam budaya kerja masyarakat Korea Selatan.
Tahukah kamu drama korea berjudul Our Unwritten Seoul (2025)? Ya, ini adalah salah satu contohnya. Drama ini fokus menyoroti budaya kerja yang dialami oleh Yu Mi-Rae, sebagai pemeran utamanya. Meski bekerja di sebuah perusahaan finance bergengsi, ia kerap mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan di kantornya.
Mulai dari selalu bekerja lembur, dipenuhi tuntutan dari atasannya, hingga agenda makan-makan bersama tim yang terasa seperti kewajiban. Seolah-olah, karier dipandang sebagai tolok ukur harga diri dan status sosial. Sentuhan realistis dalam drama Korea seperti ini menunjukkan bahwa dunia kerja bukan hanya cerita, tetapi memang menjadi badi bagian penting dari perjalanan identitas dan tujuan hidup.
2. Ruang Konflik dan Pembentukan Karakter

Source: JTBC
Budaya kerja dalam drama Korea sering kali membuat alur cerita yang menggambarkan bahwa lingkungan kantor menjadi sumber konflik yang kuat. Mulai dari senioritas, persaingan, hingga saling menjelekkan di belakang teman kerja mencerminkan situasi nyata dunia kerja yang membuat pesan yang ingin disampaikan terasa lebih emosional.
Contohnya dapat dilihat dari drama Misaeng: Incomplete Life (2014) dan Forecasting Love and Weather (2022). Kedua drama ini sama-sama menunjukkan bagaimana tekanan pekerjaan dan persaingan di kantor ikut membentuk hubungan interaksi antar tokoh yang ada di dalam cerita.
Perkembangan karakter juga terlihat jelas dalam kedua drama ini. Mulai dari tokoh yang awalnya belum percaya diri hingga akhirnya tumbuh lebih matang dalam menghadapi tuntutan pekerjaan. Meski begitu, kantor tetap digambarkan sebagai lingkungan yang penuh tekanan. Secara perlahan, keduanya juga menyampaikan kritik halus terhadap sistem kerja yang tidak selalu adil dan sering kali menuntut lebih dari batas kemampuan para pekerja.
3. Ingin Menyuarakan Kritik dan Harapan Para Pekerja

Source: JTBC
Belakangan ini, drama Korea sudah bukan lagi hanya menampilkan kerasnya lingkungan kerja, tetapi juga mengkritiknya sistemnya secara halus. Seperti judul When the Camellia Blooms (2019) dan Welcome to Samdal-ri (2023), kedua drakor ini menghadirkan karakter yang memilih meninggalkan tekanan pekerjaan di kota besar untuk hidup di lingkungan yang lebih kecil dan tenang.
Dalam When the Camellia Blooms, tokoh utamanya Oh Dong-baek, yang menetap di kota kecil Ongsan menunjukkan bagaimana hidup dengan ritme lebih lambat bisa membawa ketenangan dan arah baru. Sementara itu, di drakor Welcome to Samdal-ri menampilkan tokoh utama Cho Sam-dal dan kedua saudara perempuannya yang kembali ke kampung halaman setelah tekanan karier di kota, mereka kemudian merancang ulang hidup untuk menemukan makna sukses masing-masing.
Cerita-cerita ini memberi sinyal bahwa ukuran sukses tidak selalu soal jabatan atau gaji. Semakin lama, konsep work-life balance mulai dianggap penting. Isu ini mulai diterima oleh penonton global dengan mudah karena menjadi relate dan dialami para pekerja di banyak negara. Dengan cara ini, drama Korea bukan hanya menggambarkan realitas, tetapi juga menghadirkan cara pandang baru tentang bekerja dan menjalani hidup.
4. Kesenjangan Gender di Lingkungan Kerja

Source: JTBC
Dalam banyak drakor, budaya kerja dalam drama Korea juga terlihat melalui cara identitas gender digambarkan di kantor. Semakin banyak series Korea yang menampilkan perempuan karier yang kompeten dan mandiri seperti Strong Woman Do Bong Soon (2017).
Meski wanita karier sudah umum diceritakan dalam kisah drakor sebagai karakter yang tampil kuat dan penuh kepercayaan diri, namun tantangan yang mereka hadapi tetap terasa nyata. Perempuan yang bekerja sering digambarkan harus menghadapi sikap meremehkan, bias gender, hingga tuntutan untuk bekerja lebih keras dibanding laki-laki.
Ini mencerminkan kondisi dunia kerja Korea Selatan yang masih memiliki kesenjangan gender cukup besar. Bahkan, tak sedikit drama yang menunjukkan bahwa perempuan memiliki tekanan ganda yang datang dari keluarga maupun lingkungan profesional. Namun, hadirnya tokoh-tokoh perempuan yang berani mengambil keputusan sendiri dan menolak standar sosial yang membatasi ini mampu memberikan citra positif bagi karakter perempuan di dalam drakor.
5. Karier Sebagai Penentu Kedudukan Sosial

Source: JTBC
Pernah nggak lihat adegan drakor di mana tokoh utamanya berasal dari keluarga sederhana dan berjuang di dunia kerja demi masa depan yang lebih baik? Ternyata, ceritanya cukup mencerminkan kondisi nyata di Korea Selatan, lho!
Kini, banyak drama Korea menggambarkan bahwa pekerjaan bukan sekadar sumber penghasilan. Namun juga, menjadi penentu kesempatan untuk naik kelas sosial yang lebih tinggi.
Seperti drama berjudul Itaewon Class (2020) yang menyoroti bagaimana kerja keras digunakan untuk menantang batasan sosial. Melalui perjalanan Park Saeroyi membangun DanBam dari nol, drama ini memperlihatkan bagaimana tekad, konsistensi, dan keberanian melawan ketidakadilan bisa membuka jalan menuju posisi sosial yang lebih tinggi.
Pada akhirnya, budaya kerja dalam drama Korea bukan hanya pelengkap cerita, tetapi cara untuk memahami realitas sosial yang lebih dalam. Seperti bagaimana pekerjaan mampu membentuk identitas, ambisi, serta tekanan hidup yang mungkin juga kamu rasakan dalam dunia kerja saat ini.
Siap Bangun Budaya Kerja yang Lebih Baik?
Jika perusahaanmu ingin menciptakan budaya kerja yang lebih positif dan produktif, Bosshire siap membantu menghadirkan kandidat berkualitas sesuai kebutuhan. Melalui Job Portal Bosshire, berbagai lowongan dapat diunggah dengan mudah sehingga proses menemukan kandidat terbaik menjadi lebih mudah dan efisien.
Yuk, mulai bangun tim yang mendukung budaya kerja yang sehat dan berkelanjutan bersama Bosshire!
