Tahukah kamu, belakangan ini tren HR diramaikan dengan istilah manpower planning yang mulai jadi topik penting di berbagai perusahaan. Sebenarnya, apa itu manpower planning dan apa manfaatnya bagi perusahaan?
Bukan tanpa alasan, semakin banyak organisasi yang mulai menyadari bahwa kebutuhan tenaga kerja tidak bisa lagi dipenuhi secara mendadak. Tanpa perencanaan yang matang, perusahaan bisa dengan mudah mengalami kekurangan atau kelebihan karyawan yang berdampak langsung pada produktivitas karyawan.
Penasaran? Ikuti terus penjelasan di artikel ini untuk mengetahui jawabannya, ya!
Daftar Isi
ToggleApa Itu Manpower Planning?

Menurut Truein, sederhananya manpower planning adalah proses perencanaan kebutuhan tenaga kerja dalam suatu organisasi atau perusahaan, baik dari sisi jumlah, kualifikasi, hingga waktu pemenuhan posisinya.
Pada dasarnya, tujuan utama manpower planning adalah memastikan perusahaan memiliki Sumber Daya Manusia (SDM) yang sesuai kebutuhan di waktu yang tepat.
Bagi seorang Human Resource (HR), manpower planning bukan cuma soal menghitung berapa banyak karyawan yang dibutuhkan, tapi juga memahami arah bisnis, perubahan tren industri, serta ketersediaan skill di pasar tenaga kerja.
Mengapa Manpower Planning Penting Bagi HR?
Bagi kamu yang baru mengenal istilah ini, mungkin bertanya-tanya sebenarnya apa pentingnya strategi manpower planning bagi perusahaan? Umumnya, tanpa perencanaan tenaga kerja yang matang, perusahaan rentan mengalami risiko ketidakseimbangan SDM yang bisa berdampak pada operasional dan biaya yang perlu dikeluarkan.
Selain itu, beberapa manfaat lain dari manpower planning adalah:
1. Menghindari Kekurangan atau Kelebihan Karyawan

Manpower planning membantu HR menghindari kondisi understaffed maupun overstaffed yang dapat menurunkan efisiensi kerja.
Understaffed di sini berarti perusahaan mengalami kekurangan jumlah karyawan sehingga beban kerja jadi berlebihan bagi para pekerja. Sebaliknya, overstaffed adalah kondisi ketika jumlah karyawan terlalu banyak hingga tidak semuanya bekerja secara optimal.
2. Mendukung Pertumbuhan Bisnis
Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, manpower planning adalah perencanaan tenaga kerja yang memungkinkan perusahaan mempersiapkan kebutuhan talenta seiring dengan pertumbuhan bisnis.
Jadi, saat bisnis mulai berkembang, perusahaan sudah memiliki orang yang siap mengisi posisi yang dibutuhkan tanpa harus terburu-buru merekrut di saat mendesak.
3. Mengoptimalkan Budget HR

Dengan perencanaan yang matang, perusahaan dapat mengelola biaya rekrutmen, pelatihan terhadap karyawan baru, hingga payroll secara lebih efektif.
Karena tak jarang, saat perusahaan mengalami turnover yang terjadi secara tiba-tiba dari pekerja, HR perlu melakukan urgent hiring yang biasanya memakan biaya lebih besar.
4. Mengidentifikasi Skill Gap Lebih Awal
Manpower planning membantu HR untuk mengidentifikasi kesenjangan skill atau keterampilan karyawan yang ada di dalam perusahaan.
Sehingga, strategi ini bisa menentukan apakah kebutuhan skill tersebut lebih baik dipenuhi melalui rekrutmen baru atau pengembangan (upskilling) karyawan yang sudah ada.
5. Efisiensi Kerja dan Kepuasan Karyawan
Terakhir, dengan manpower planning yang tepat, beban kerja bisa terbagi secara seimbang sehingga karyawan lebih terlibat dalam pekerjaannya dan tidak mudah burnout.
Di saat yang sama, setiap orang bekerja sesuai kapasitasnya, sehingga produktivitas meningkat tanpa perlu menambah biaya berlebih.
Tahapan dalam Manpower Planning
Sekarang kamu sudah paham ya, apa itu manpower planning dan manfaatnya? Nah, jika kamu ingin menerapkan strategi ini di perusahaan, manpower planning bisa dijalankan melalui beberapa tahap berikut, seperti:
1. Analisis Kondisi Tenaga Kerja Saat Ini
Tahap pertama yang bisa kamu lakukan dalam menerapkan manpower planning adalah memahami kondisi tim saat ini. HR perlu mengevaluasi jumlah karyawan, kompetensi yang dimiliki, hingga tingkat turnover.
Dari sini, kamu jadi punya gambaran jelas tentang kekuatan dan kekurangan yang ada di dalam tim.
2. Tentukan Kebutuhan Tenaga Kerja di Perusahaan
Selanjutnya, kamu bisa mulai memproyeksikan kebutuhan tenaga kerja berdasarkan rencana bisnis dan perubahan yang akan dijalani perusahaan.
Dengan begitu, kamu tak perlu menunggu sampai perusahaan kekurangan tenaga kerja terlebih dahulu baru memulai rekrutmen secara mendadak.
3. Identifikasi Gap di Perusahaan
Setelah itu, bandingkan kondisi saat ini dengan kebutuhan di masa depan untuk menemukan gap yang ada.
Di tahap ini, kamu bisa melihat apakah perusahaan butuh tambahan orang atau justru cukup dengan melakukan pengembangan skill dari tim yang sudah ada.
4. Tentukan Strategi yang Tepat
Saat gap-nya sudah terlihat, langkah berikutnya adalah menentukan strategi yang paling tepat sesuai kebutuhan perusahaan, apakah memang memerlukan rekrutmen karyawan baru, pelatihan internal, promosi jabatan, atau perlu bantuan tambahan dari outsourcing.
5. Monitoring dan Evaluasi
Tahapan terakhir yang jangan sampai kamu lewati adalah terus memantau dan mengevaluasi rencana yang sudah dibuat.
Hal ini penting supaya manpower planning yang kamu jalani tetap sesuai dengan kebutuhan perusahaan dan bisa mengikuti perubahan rencana bisnis ke depannya.
Jadi, Sudah Siap Terapkan Manpower Planning?
Sekarang kamu sudah paham ya, apa itu manpower planning dan bagaimana strategi ini bisa membantu HR merencanakan kebutuhan SDM di perusahaan dengan lebih terstruktur?
Jika perusahaanmu ingin mempermudah proses pemenuhan tenaga kerja, Bosshire bisa jadi solusi yang tepat untukmu.
Dengan akses ke ribuan talenta dari berbagai bidang, Job Portal Bosshire dapat membantu kamu menemukan kandidat yang sesuai dengan kebutuhan dan budaya perusahaan.
Yuk, mulai optimalkan strategi rekrutmen di perusahaanmu bersama Bosshire!
