Kamu sedang menjalani bekerja secara remote, tetapi akhir-akhir ini merasa pekerjaan tidak pernah benar-benar selesai? Bahkan setelah laptop ditutup, pikiran masih dipenuhi tugas kantor, notifikasi kerja, atau target yang harus segera diselesaikan. Jika kondisi tersebut terasa familiar denganmu, bisa jadi kamu sedang mengalami tanda-tanda remote work burnout.
Sebelum semakin mengganggu kesehatan dan produktivitasmu, yuk kenali berbagai tanda remote work burnout serta cara mengatasinya di artikel ini!
Daftar Isi
ToggleApa itu Remote Work Burnout?
Mungkin beberapa di antara kamu masih ada yang belum tahu, sebenarnya apa itu remote work burnout? Menurut Hybo, remote work burnout adalah kondisi kelelahan fisik, mental, dan emosional yang muncul akibat tekanan kerja berkepanjangan saat bekerja secara jarak jauh.
Umumnya, burnout tidak hanya menyebabkan seseorang merasa lelah, tapi juga dapat menurunkan motivasi, konsentrasi, hingga pekerjaan yang dihasilkan. Salah satu tantangan terbesar saat bekerja secara remote adalah sulitnya memisahkan waktu kerja dan waktu pribadi.
Banyak pekerja yang merasa harus selalu online dan siap merespons kebutuhan klien atau pekerjaan kapan saja. Di sisi lain, bekerja dari rumah juga dapat mengurangi interaksi sosial sehari-hari.
Tak hanya itu, kurangnya komunikasi langsung dengan rekan kerja, ditambah aktivitas fisik yang lebih sedikit, dapat membuat seseorang merasa kesepian, stres, dan lebih rentan mengalami burnout.
7 Tanda Remote Work Burnout
Nah, sekarang kamu sudah tahu ya, pengertian dari remote work burnout? Agar bisa dihindari sejak awal, berikut beberapa tanda remote work burnout yang perlu kamu perhatikan, seperti:
1. Selalu Merasa Lelah Meski Sudah Beristirahat

Salah satu tanda paling umum dari remote work burnout adalah munculnya rasa lelah yang terus-menerus, bahkan setelah tidur cukup atau mengambil waktu istirahat. Kondisi ini terjadi karena tubuh dan pikiran berada dalam tekanan berkepanjangan sehingga proses pemulihan tidak berjalan optimal.
2. Sulit Memisahkan Waktu Kerja dan Kehidupan Pribadi
Jika kamu sering membuka email kantor pada malam hari atau merasa harus selalu siap merespons pesan pekerjaan, bisa jadi kamu sedang mengalami burnout. Salah satu penyebab utama burnout pada pekerja remote adalah hilangnya batas yang jelas antara pekerjaan dan kehidupan pribadi.
3. Kehilangan Motivasi dan Antusiasme Bekerja

Pekerjaan yang sebelumnya terasa menyenangkan kini mulai membosankan atau bahkan menjadi beban? Jika iya, bisa jadi kamu sudah mulai kehilangan antusiasme dalam bekerja.
Hilangnya semangat dan motivasi merupakan gejala umum yang sering dialami oleh seseorang remote worker yang mengalami burnout.
4. Sulit Fokus dan Produktivitas Menurun
Pernah merasa membaca email yang sama berulang kali karena sulit fokus? Atau pekerjaan yang biasanya selesai dalam satu jam justru memakan waktu lebih lama? Kondisi seperti ini bisa menjadi salah satu tanda remote work burnout berikutnya.
Saat tubuh dan pikiran terlalu lelah, kemampuan untuk berkonsentrasi ikut menurun sehingga pekerjaan terasa lebih berat dari biasanya.
5. Merasa Terisolasi dan Kesepian
Bekerja secara remote juga membuat interaksi dengan rekan kerja menjadi lebih terbatas, bukan? Jika sebelumnya kamu bisa mengobrol atau bertukar cerita secara langsung di kantor, kini sebagian besar komunikasi hanya dilakukan melalui chat atau video call.
Jika berlangsung dalam waktu lama, kondisi ini bisa memunculkan rasa kesepian, terisolasi, dan pada akhirnya meningkatkan risiko burnout.
6. Menjadi Lebih Mudah Emosi atau Sensitif
Tahukah kamu, burnout sering kali menyebabkan seseorang menjadi lebih mudah frustrasi, cemas, atau marah terhadap hal-hal kecil yang sebelumnya tidak terlalu mengganggu. Kondisi ini terjadi karena energi mental yang sudah terkuras akibat tekanan berkepanjangan.
7. Mengalami Gangguan Tidur
Meski merasa lelah sepanjang hari, banyak pekerja yang mengalami burnout justru kesulitan tidur pada malam hari karena terus memikirkan pekerjaan. Gangguan tidur yang berlangsung lama dapat memperburuk kondisi burnout dan memengaruhi kesehatan secara keseluruhan.
Cara Mengatasi Remote Work Burnout
Jika kamu mulai mengalami beberapa tanda di atas, jangan abaikan kondisinya. Ada sejumlah langkah yang bisa dilakukan untuk membantu mengatasi remote work burnout, yakni:
1. Tetapkan Batasan Jam Kerja yang Jelas
Cara mengatasi remote work burnout yang pertama adalah kamu perlu membuat jadwal kerja yang konsisten dan usahakan untuk berhenti bekerja setelah jam kerja berakhir.
Sebisa mungkin, hindari kebiasaan membuka email atau membalas pesan pekerjaan saat waktu istirahat kecuali memang diperlukan. Menetapkan batasan yang jelas dapat membantu otak memahami kapan waktunya bekerja dan kapan waktunya beristirahat.
2. Ciptakan Ruang Kerja yang Nyaman
Jika memungkinkan, sediakan area khusus untuk bekerja di rumah. Dengan begitu, kamu memiliki pemisahan yang lebih jelas antara aktivitas kerja dan kehidupan pribadi.
Lingkungan kerja yang nyaman juga dapat membantu meningkatkan fokus dan mengurangi stres selama bekerja.
3. Luangkan Waktu untuk Bergerak dan Berolahraga
Duduk terlalu lama di depan layar dapat meningkatkan kelelahan fisik maupun mental. Oleh karena itu, luangkan waktu untuk berjalan kaki, melakukan peregangan, atau berolahraga ringan setiap hari.
Aktivitas fisik seperti ini dapat membantumu mengurangi stres serta meningkatkan suasana hati.
4. Bangun Interaksi Sosial Secara Aktif
Meskipun remote work mengharuskanmu bekerja dari jarak jauh, namun menjaga hubungan dengan rekan kerja maupun orang-orang terdekat tetap perlu dijaga, lho. Untuk itu, kamu bisa menjadwalkan virtual coffee chat, mengikuti kegiatan komunitas, atau sekadar mengobrol santai dengan teman atau bahkan sesama rekan remote worker lainnya.
Interaksi sosial yang sehat dapat membantu mengurangi rasa kesepian dan meningkatkan kesejahteraan mental.
5. Ambil Istirahat Secara Berkala
Siapa di antara kamu yang baru berhenti bekerja saat tubuh benar-benar sudah kelelahan? Jika kamu salah satunya, ada baiknya perlahan mulai kurangi kebiasaan ini.
Pasalnya, bekerja secara terus-menerus tanpa jeda justru dapat membuat tubuh dan pikiran semakin lelah, bahkan meningkatkan risiko remote work burnout.
Maka dari itu, coba sisihkan waktu beberapa menit di sela-sela pekerjaan untuk menjauh dari layar, menghirup udara segar, atau melakukan aktivitas yang membuat pikiran lebih rileks. Istirahat singkat yang dilakukan secara rutin dapat membantu menjaga fokus dan produktivitasmu sepanjang hari.
6. Komunikasikan Beban Kerja yang Terlalu Berat
Pernah merasa pekerjaan terus berdatangan sampai rasanya sulit mengejar semuanya? Jika iya, jangan memaksakan diri untuk menanggung semuanya sendirian.
Saat bekerja secara remote, atasan atau rekan kerjamu mungkin tidak selalu tahu kalau kamu sedang kewalahan karena mereka tidak melihat kondisimu secara langsung. Karena itu, jangan ragu untuk sampaikan apa yang kamu rasakan jika beban sudah mulai terasa berat atau berlebihan.
7. Prioritaskan Kesehatan Mental
Meski berada di tengah kesibukan pekerjaan secara remote, jangan lupa untuk selalu luangkan waktu buat dirimu sendiri. Sesekali, cobalah berhenti sejenak dari rutinitas kerja dan lakukan hal-hal yang memang kamu nikmati.
Entah itu membaca buku, menonton film, merajut, atau menjalankan hobi lainnya yang kamu gemari. Namun jika burnout yang kamu alami dirasa sudah mulai mengganggu kehidupan sehari-hari, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan bantuan profesional kesehatan mental, ya.
Temukan Lingkungan Kerja yang Lebih Sehat Bersama Bosshire
Jadi, kini kamu sudah tahu ya, apa saja tanda-tanda remote work burnout dan bagaimana cara mengatasinya?
Jika kamu pernah atau saat ini merasakan salah satu tanda yang sudah dijelaskan di atas, coba untuk mulai mencari udara segar, diskusikan dengan teman, atau ambil istirahat sejenak dari rutinitas pekerjaanmu, ya.
Selain dapat berasal dari faktor internal, tak jarang burnout juga bisa dipengaruhi oleh lingkungan kerja yang kurang mendukung, lho. Nah, jika saat ini kamu sedang mencari peluang karier yang lebih sesuai dengan kebutuhan dan tujuanmu, Bosshire bisa menjadi solusi yang tepat untukmu.
Ya, melalui Job Portal Bosshire, kamu bisa menemukan ribuan lowongan kerja terbaru dari berbagai posisi dan jenjang karier.
Tunggu apalagi? Yuk, temukan pekerjaan impianmu dan bangun karier yang lebih sehat bersama Bosshire!
