Pernah merasa sudah punya pengalaman kerja yang cukup, tapi profil LinkedIn masih sepi dari recruiter atau koneksi profesional? Di artikel ini, kamu akan mengetahui cara membangun kredibilitas di LinkedIn.
Well, sebenarnya LinkedIn bukan sekadar tempat mengunggah CV online, lho. Jika dimanfaatkan dengan baik, platform ini bisa menjadi portofolio profesional yang menunjukkan siapa kamu, apa keahlianmu, dan bagaimana kamu membangun reputasi di dunia kerja.
Itulah mengapa memahami cara membangun kredibilitas di LinkedIn menjadi hal yang penting. Semakin tinggi kredibilitasmu, semakin besar peluang untuk mendapatkan tawaran kerja, proyek freelance, hingga kesempatan berkolaborasi dengan profesional lain.
Lalu, bagaimana cara membangun kepercayaan tersebut? Yuk, simak langkah-langkahnya di bawah ini!
Mengapa Penting Membangun Kredibilitas di LinkedIn?
Sebelum membahas cara membangun kredibilitas di LinkedIn, coba bayangkan dua profil berikut.
- Profil pertama hanya berisi jabatan pekerjaan tanpa foto profesional, deskripsi pengalaman yang minim, dan tidak pernah aktif membagikan apa pun.
- Sementara profil kedua memiliki foto profesional, pengalaman kerja yang dijelaskan dengan jelas, rutin membagikan insight, serta mendapatkan rekomendasi dari rekan kerja.
Kalau kamu seorang recruiter, profil mana yang lebih meyakinkan? Jawabannya tentu profil kedua, bukan?
Artinya, semakin kredibel profil LinkedIn-mu, semakin mudah orang lain mempercayai kemampuan dan pengalaman yang kamu miliki. Hal ini juga bisa membuka lebih banyak peluang karier tanpa harus selalu aktif melamar pekerjaan.
7 Cara Membangun Kredibilitas di LinkedIn
Dilansir Forbes, ini dia sejumlah cara membangun kredibilitas di Linkedin yang bisa kamu terapkan, antara lain seperti:
1. Optimalkan Profil LinkedIn

Coba kamu bayangkan profil LinkedInmu sebagai etalase sebuah toko. Tentu tampilan awalnya harus menarik sejak pertama kali dikunjungi agar menjual, bukan?
Maka dari itu, cara membangun kredibilitas di Linkedin pertama yang bisa kamu lakukan adalah mulai dengan melengkapi profil LinkedIn, seperti:
- Foto profil profesional
- Banner yang relevan
- Headline yang menjelaskan keahlian
- Ringkasan (About) yang meringkas pengalaman kerjamu
- Detail pengalaman kerja
- Skill
- Sertifikat
- Portofolio yang Menarik
Jangan lupa gunakan kata kunci yang sesuai dengan bidang pekerjaanmu, misalnya keyword seperti SEO Content Writer, Graphic Designer, atau Digital Marketing. Cara ini membantu profilmu lebih mudah muncul di hasil pencarian LinkedIn.
2. Bangun Personal Branding Lewat Konten Original

Jika selama ini kamu menggunakan LinkedIn hanya untuk membagikan ulang postingan orang lain yang memotivasi, maka kamu perlu melakukan hal sebaliknya.
Betul, salah satu cara membangun kredibilitas di LinkedIn yang paling efektif adalah membagikan pemikiran dan pengalamanmu sendiri melalui konten original yang kamu posting.
Kamu bisa mulai membuat konten yang berkaitan dengan pengalaman profesionalmu, seperti:
- Pelajaran setelah menyelesaikan proyek
- Pengalaman interview
- Hasil mengikuti pelatihan
- Tips interview yang pernah berhasil kamu terapkan
Dari sini, konten original menunjukkan bahwa kamu benar-benar memahami bidang yang kamu tekuni, bukan hanya sekadar mengikuti tren.
3. Bangun Relasi, Jangan Hanya Menambah Koneksi
Jika kamu mengira bahwa dengan memiliki ribuan koneksi maka secara otomatis membuat profilmu kredibel, kali ini kamu keliru.
Ya, dalam cara membangun kredibilitas di LinkedIn, yang terpenting adalah membangun hubungan yang berkualitas dengan para profesional.
Lantas bagaimana cara membangun hubungan ini? Well, kamu bisa mulai dengan:
- Memberikan komentar yang relevan di setiap postingan yang menurutmu menarik
- Mengucapkan terima kasih setelah terhubung
- Membangun diskusi melalui pesan pribadi
- Membantu menjawab pertanyaan orang lain
Interaksi yang tulus seperti ini akan membangun kepercayaan koneksi di sekitarmu dalam jangka panjang.
4. Terhubung dengan Orang yang Tepat
Membangun jaringan profesional bukan soal mengumpulkan sebanyak mungkin koneksi, tetapi tentang terhubung dengan orang-orang yang bisa saling memberikan manfaat dan membuka peluang baru.
Cobalah untuk memprioritaskan koneksi dengan orang-orang yang sesuai dengan bidang atau tujuan kariermu, seperti:
- Recruiter
- HR
- Profesional di industri yang sama
- Mentor
- Alumni kampus
- Calon klien atau partner bisnis
Selain mengirim permintaan koneksi, kamu juga bisa menyertakan pesan singkat yang sopan untuk memperkenalkan diri atau menjelaskan alasan ingin terhubung. Cara sederhana ini dapat memberikan kesan yang lebih personal dibanding hanya mengirim undangan tanpa pesan.
5. Konsisten Membagikan Insight
Salah satu kesalahan menggunakan LinkedIn yang masih banyak dilakukan adalah berhenti setelah membuat satu atau dua postingan.
Padahal, membangun kredibilitas membutuhkan konsistensi. Sebenarnya kamu tidak perlu setiap hari membuat konten, cukup 2-3 kali seminggu dengan membahas topik yang memang kamu tertarik untuk membagikan insight kepada orang-orang.
Semakin sering orang melihat insight yang bermanfaat darimu, bisa jadi semakin kuat pula persepsi bahwa kamu ahli di bidang tersebut.
6. Posting di Waktu yang Tepat
Pernah merasa sudah membuat konten yang menarik, tetapi jumlah like atau komentarnya masih sedikit? Bisa jadi masalahnya bukan pada isi kontennya, melainkan waktu kamu mengunggahnya.
Setiap audiens memiliki kebiasaan yang berbeda-beda saat membuka LinkedIn. Karena itu, cobalah bereksperimen dengan beberapa waktu posting, misalnya sebelum jam kerja, saat istirahat siang, atau setelah jam kantor. Setelah itu, amati kapan kontenmu paling banyak mendapatkan respons, seperti like, komentar, atau dibagikan oleh pengguna lain.
Selain itu, jangan langsung meninggalkan LinkedIn setelah mengunggah postingan. Luangkan waktu sekitar 15-30 menit untuk membalas komentar atau menjawab pertanyaan dari audiens. Interaksi ini menunjukkan bahwa kamu aktif dan terbuka untuk berdiskusi.
7. Minta Rekomendasi dari Rekan Kerja
Salah satu cara meningkatkan kredibilitas di LinkedIn yang cukup mudah dilakukan adalah meminta rekomendasi dari orang yang pernah bekerja sama denganmu. Rekomendasi dari atasan, rekan kerja, mentor, atau klien dapat menjadi bentuk social proof atau bukti nyata bahwa kemampuan dan profesionalismemu diakui oleh orang lain.
Misalnya, jika kamu pernah menyelesaikan sebuah proyek bersama tim atau berhasil mencapai target tertentu, mintalah mereka untuk menuliskan pengalaman bekerja denganmu melalui fitur Recommendation di LinkedIn.
Tidak perlu meminta testimoni yang panjang, cukup beberapa kalimat yang menggambarkan kontribusi atau kelebihanmu sudah bisa memberikan nilai tambah pada profilmu.
Bagi recruiter atau calon klien, rekomendasi seperti ini sering kali lebih meyakinkan dibanding sekadar membaca daftar pengalaman kerja. Pasalnya, mereka bisa melihat penilaian langsung dari orang yang pernah berkolaborasi denganmu.
Jadi, Sudah Siap Menjawab Pertanyaan Interview Tujuan Karier dengan Percaya Diri?
Jadi, sekarang kamu sudah tahu bahwa cara membangun kredibilitas di LinkedIn bukan hanya soal memiliki profil yang lengkap, tetapi juga tentang bagaimana kamu menunjukkan keahlian, membangun hubungan profesional, dan konsisten membagikan insight yang bermanfaat.
Ingat, kredibilitas tidak dibangun dalam semalam. Semakin konsisten kamu mengoptimalkan profil, berbagi pengalaman, dan berinteraksi dengan jaringan profesional, semakin besar pula peluangmu untuk dikenal oleh recruiter, klien, maupun perusahaan impian.
Namun, memiliki profil LinkedIn yang kuat saja belum cukup. Agar peluangmu semakin besar, pastikan kamu juga aktif mencari dan melamar pekerjaan di platform yang tepat. Melalui Job Portal Bosshire, kamu bisa menemukan berbagai lowongan kerja dari beragam industri dan jenjang karier, mulai dari fresh graduate hingga profesional berpengalaman.
