Industry Insight

Apa itu Deepseek? Startup China yang Mengguncang Dunia AI

Bosshire

February 21, 2025

Apa itu Deepseek? Startup China yang Mengguncang Dunia AI

Peran DeepSeek dalam Revolusi Industri AI

Pada awal tahun 2025, industri kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) mengalami transformasi dramatis. 

Jika sebelumnya didominasi oleh raksasa teknologi Amerika Serikat seperti OpenAI (pemilik ChatGPT) dan Google (dengan Gemini AI), kini muncul pemain baru: DeepSeek. 

Startup asal China ini berhasil mencuri perhatian global dengan model AI open-source berbiaya rendah, sekaligus menggeser persepsi bahwa inovasi AI hanya mungkin dengan modal miliaran dolar.

Di Indonesia, kehadiran DeepSeek tentu membawa perubahan. Menurut Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), nilai pasar AI di Indonesia diproyeksikan mencapai US$1,2 miliar pada 2025, dengan pertumbuhan tahunan 40% sejak 2020. 

Maka muncul pertanyaan seperti “Bagaimana cara menggunakan Deepseek?”, “Apa saja Fitur Unggulan dari Deepseek?”, dan “Apa perbedaan Deepseek dibanding ChatGPT?” Artikel Boss hari ini akan mengupas pertanyaan-pertanyaan tersebut dan memberikan Top Talents kepercayaan diri untuk menghadapi tahap selanjutnya dari industri AI di Indonesia.

Mengenal DeepSeek: Startup AI Asal China yang Mengguncang Dunia

DeepSeek adalah sebuah perusahaan teknologi berbasis AI asal Hangzhou yang mengembangkan AI untuk membantu manusia menyelesaikan berbagai tugas kompleks dengan lebih cepat dan efisien. Dengan begitu, DeepSeek bisa menjadi semacam asisten pribadi yang bisa memahami bahasa manusia, menganalisis data, dan memberikan solusi berdasarkan informasi yang dimilikinya.

DeepSeek sendiri didirikan pada Juli 2023 oleh Liang Wenfeng, lulusan Universitas Zhejiang yang sebelumnya berpengalaman di sektor keuangan dan teknologi. Liang memulai proyek ini sebagai eksperimen sampingan dengan pendanaan awal hanya Rp89 miliar—jauh lebih rendah dibandingkan OpenAI yang menghabiskan Rp105,6 triliun 

Di bawah pimpinan Liang, DeepSeek memusatkan dana mereka pada penciptaan model AI yang bukan hanya mampu bersaing namun juga melebihi OpenAI. Menghindari cara cliche seperti menciptakan aplikasi dan mengalihkan fokus kepada pengembangan model AI yang mutakhir. 

DeepSeek menggunakan kombinasi reinforcement learning dan mixture of experts, teknik yang sudah ada namun dioptimalkan untuk performa tinggi dengan biaya rendah. Model terbarunya, DeepSeek R1, diklaim setara dengan GPT-4 OpenAI tetapi hanya membutuhkan 2.000 chip Nvidia generasi lama dan biaya pelatihan Rp89 miliar (sebagai perbandingan, ChatGPT dari OpenAI membutuhkan biaya pengembangan sebesar Rp105,6 triliun).

DeepSeek berbeda dari AI lainnya karena sifatnya yang open-source (terbuka). Artinya, siapa pun bisa mengakses dan memodifikasi teknologinya sesuai kebutuhan. Ini membuat DeepSeek lebih terjangkau dan mudah diadaptasi oleh berbagai kalangan, mulai dari pelajar, profesional, hingga perusahaan besar.

Apa yang Bisa Dilakukan DeepSeek?

Nah, dibantu oleh model AI yang tadi disebutkan, DeepSeek memiliki banyak fitur yang bisa langsung diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Contohnya seperti:

Membantu Pekerjaan Administratif

DeepSeek bisa merangkum dokumen panjang, membuat laporan, atau bahkan menulis email profesional dalam hitungan detik. Contohnya jika kamu memiliki 100 halaman laporan keuangan, DeepSeek bisa meringkasnya menjadi 5 halaman dengan poin-poin penting.

Analisis Data

DeepSeek mampu menganalisis data dalam jumlah besar (big data) untuk menemukan pola atau tren yang tidak terlihat oleh manusia. Contohnya pemilik sebuah restoran bisa menggunakan DeepSeek untuk menganalisis data pelanggan dan menentukan menu paling laris.

Penerjemah dan Multibahasa

DeepSeek bisa menerjemahkan teks atau percakapan dalam berbagai bahasa, termasuk bahasa daerah. Jika kamu hendak menerjemahkan sebuah dokumen maka, DeepSeek bisa membantu kamu melakukannya dengan cepat.

Pembelajaran Personal:

DeepSeek bisa menyesuaikan materi pembelajaran berdasarkan tingkat pemahaman dan gaya belajar kamu. Jika kamu kesulitan memahami matematika, kamu bisa meminta DeepSeek untuk memberikan penjelasan dengan cara yang lebih mudah dipahami.

Persaingan Global: DeepSeek vs ChatGPT vs Gemini AI

Perang teknologi antara AS dan China semakin panas dengan kehadiran DeepSeek. Berikut Bosshire akan paparkan perbandingan ketiganya:

AspekDeepSeekChatGPT (OpenAI)Gemini AI (Google)
Biaya PengembanganRp89 miliarRp105,6 triliunRp1.221 triliun 
AksesOpen-source & gratisBerbayar (versi enterprise)Berbayar & tertutup
MultibahasaDukungan bahasa daerah Terbatas pada bahasa utamaFokus pada bahasa global
KreativitasLebih baik dalam analisis dataUnggul dalam generasi teksKombinasi teks & visual

Bagaimana DeepSeek Mengubah Industri AI di Indonesia?

DeepSeek, dengan model open-source-nya, menawarkan solusi AI yang lebih terjangkau bagi startup dan UMKM di Indonesia. Berbeda dengan platform AI berbayar seperti ChatGPT, yang mematok harga tinggi untuk lisensi enterprise, DeepSeek memungkinkan pengguna untuk mengakses teknologi canggih tanpa biaya besar sehingga lebih menguntungkan dan terjangkau bagi perusahaan startup maupun UMKM Indonesia.

Contohnya, startup lokal di bidang e-commerce atau fintech bisa menggunakan DeepSeek untuk menganalisis data pelanggan atau mengotomatisasi layanan pelanggan, tanpa perlu mengeluarkan biaya besar untuk lisensi AI komersial.

Dengan sifatnya yang open-source, DeepSeek membuka peluang bagi startup Indonesia untuk mengembangkan solusi AI yang disesuaikan dengan kebutuhan lokal. Misalnya, startup di bidang edtech (teknologi pendidikan) bisa memanfaatkan DeepSeek untuk membuat chatbot yang memahami konteks budaya dan bahasa Indonesia, seperti Bahasa Jawa atau Sunda.

Masa Depan Karir di Industri AI: Peluang dan Keterampilan yang Dibutuhkan

Adopsi teknologi seperti DeepSeek di Indonesia tidak hanya mengubah industri, tetapi juga membuka gelombang baru peluang karir. Menurut laporan dari PwC dampak AI pada GDP di Asia Tenggara diproyeksikan akan mencapai 1 triliun USD, dengan Indonesia sebagai sebagai salah satu kontributor utama dengan proporsi kontribusi sekitar 40%.

Maka dari itu, banyak pula terbuka jenjang karir yang kini membutuhkan keterampilan AI pada level tertentu, berikut contohnya:

AI Engineer. Mengembangkan dan mengoptimalkan model AI (seperti model open-source seperti DeepSeek) untuk kebutuhan spesifik industri.

Data Scientist. Menganalisis big data untuk prediksi tren, pengambilan keputusan, atau optimasi bisnis.

AI Product Manager. Menjembatani tim teknis dan bisnis untuk mengembangkan produk berbasis AI yang sesuai kebutuhan pasar.

Keterampilan yang Dibutuhkan

Teknis

  • Bahasa Pemrograman Python, R, atau SQL.
  • Framework AI: TensorFlow atau PyTorch,(untuk pengembangan model).
  • Tools analisis data: Pandas, Tableau, atau Power BI.

Non-Teknis

  • Pemahaman etika AI: Khususnya terkait regulasi Indonesia seperti UU PDP (Perlindungan Data Pribadi).
  • Kolaborasi manusia-AI: Kemampuan menginterpretasikan output AI dan mengintegrasikannya ke dalam keputusan bisnis.
  • Adaptabilitas: Industri AI berkembang cepat—contohnya, munculnya model seperti DeepSeek mengharuskan profesional untuk terus mempelajari teknologi baru.

Nah, gimana nih Top Talents? Karir di industri AI menawarkan peluang yang sepertinya tak terbatas. Jika kamu merasa siap untuk menemukan karir masa depan kamu di industri AI, langsung kunjungi Bosshire sekarang! Temukan lowongan kerja di perusahaan ternama dan chat langsung dengan HR nya. Jangan ketinggalan tapi ikuti perubahan zaman untuk menjadi kandidat top di perusahaan impian kamu.


Sumber Referensi:

DeepSeek AI dan masa depan AI Indonesia – ANTARA News

Profil Pendiri Deepseek, AI China yang Menggebrak Dunia.

DeepSeek AI: Teknologi Revolusioner untuk Analisis Data Cepat dan Akurat

The Digital Economy and AI: Indonesia’s Golden Opportunity for the Future – INTIMEDIA