Career Guidance

Jangan Salah Lagi, Ini Hal yang Tak Perlu Dicantumkan di CV!

Bosshire

December 9, 2025

hal tak perlu cv

Tidak jarang, lamaran kerja ditolak HR hanya karena kandidat mencantumkan hal yang sebenarnya tak perlu ada di dalam sebuah CV.

Dalam format CV profesional, ada beberapa detail pribadi yang sebaiknya tidak kamu sertakan. Selain untuk menjaga privasi dari data pribadimu, juga karena informasi tersebut tidak memberikan nilai tambah bagi HR dalam menilai kualifikasi kamu sebagai kandidat.

Belum yakin informasi apa saja yang sebaiknya tidak kamu tulis di CV? Yuk, simak penjelasan lengkapnya di artikel berikut!

7 Informasi yang Tak Perlu Disertakan dalam CV

1. Alamat Rumah Pribadi Secara Lengkap

hal tak perlu cv
Freepik©

Coba ingat-ingat, pernahkah kamu menuliskan alamat rumah pribadi secara lengkap di dalam CV? Seperti..

“Jalan Mawar No. 27 RT 05 RW 03, Kelurahan Pondok Ranji, Kecamatan Ciputat Timur…”

Informasi alamat selengkap ini tidak diperlukan ya, Top Talents! Selain tidak relevan untuk proses rekrutmen, mencantumkan alamat lengkap justru berisiko membagikan data sensitif yang dapat mengancam privasi kamu.

Kamu dapat menuliskan informasi terkait alamat rumah pribadi atau domisili secara singkat saja, seperti:

  • Tangerang Selatan, Indonesia
  • Jakarta Barat, Indonesia
  • Kabupaten Bandung, Jawa Barat

Kalau kamu ingin membantu HR memahami domisili secara detail, misalnya untuk keperluan penyesuaian WFO, jarak kantor, atau daerah macet, kamu bisa tetap spesifik tanpa membocorkan alamat detail. Contohnya seperti:

  • Ciputat, Tangerang Selatan
  • Kebon Jeruk, Jakarta Barat
  • Sukajadi, Bandung

Dengan menuliskan informasi alamat seperti ini, privasi kamu akan tetap terjaga tanpa mengurangi informasi penting yang dibutuhkan oleh HR.

2. Daftar Riwayat Pendidikan

Dikutip dari IDN Times, daftar riwayat pendidikan secara rinci tidak perlu kamu cantumkan di dalam CV. HR umumnya hanya membutuhkan informasi pendidikan terakhir atau pendidikan yang paling relevan dengan posisi yang kamu lamar.

Artinya, kamu tidak perlu mencantumkan seluruh jenjang pendidikan sejak TK, SD, atau SMP. Hal ini karena informasi tersebut tidak memberikan nilai tambah dalam proses seleksi.

Sebagai contoh:

  • Jika kamu baru lulus SMA, cukup tuliskan pendidikan SMA saja.
  • Jika kamu baru lulus sarjana, cukup cantumkan jenjang universitas dan jurusan yang kamu ambil.
  • Jika kamu memiliki beberapa pendidikan yang relevan (misalnya diploma + sarjana di bidang yang sama), kamu bisa mencantumkannya keduanya, tetapi tetap tidak perlu menyebutkan yang tidak relevan.

Dengan menuliskan hanya pendidikan yang relevan, CV kamu akan terlihat lebih ringkas, profesional, dan mudah dibaca oleh HR.

3. Informasi Pribadi yang Bersifat Sensitif

hal tak perlu cv
Freepik©

Berikut informasi atau data pribadi yang bersifat sensitif dan tidak perlu kamu cantumkan di dalam CV:

  • Nomor KTP
  • Nomor KK
  • Status Pernikahan
  • Agama
  • Golongan Darah

Perlu kamu ketahui, terkadang CV bisa saja berpindah tangan (email, ATS, atau tools lainnya). Menyertakan data sensitif seperti data-data di atas dapat meningkatkan peluang kebocoran data. Detail administratif seperti ini umumnya diminta setelah kandidat lolos tahap awal. Misalnya, saat offer letter atau verifikasi kepegawaian.

4. Pengalaman yang Tidak Ada Relevansinya dengan Posisi yang Dilamar

Sebelumnya mungkin kamu pernah bekerja atau pernah mengambil banyak peran di berbagai perusahaan ataupun organisasi. Namun, perlu kamu perhatikan bahwa tidak semua pengalaman perlu dicantumkan di dalam CV. Menuliskan seluruh pengalaman kerja justru akan membuat CV terlihat penuh dan bertele-tele.

Yang perlu kamu tampilkan adalah pengalaman yang relevan, yakni pengalaman yang mendukung kemampuanmu untuk menjalankan posisi yang kamu lamar sekarang.

Jika kamu masih fresh graduate atau sedang switch career, kamu bisa mencantumkan:

  • Project yang pernah dikerjakan
  • Pengalaman organisasi yang relevan
  • Pelatihan atau sertifikat terkait
  • Tugas kuliah yang relevan

Meskipun bukan pengalaman kerja formal, poin-poin ini tetap bisa menunjukkan kompetensi kamu.

5. Hobi atau Minat yang Tidak Mendukung Karier

hal tak perlu cv
Freepik©

Menulis hobi seperti “suka jalan-jalan, nonton drama korea, main game, atau memasak” tidak memberikan nilai tambah di CV profesional karena tidak relevan dengan kemampuan yang dibutuhkan perusahaan.

Kamu hanya perlu mencantumkan hobi jika memiliki hubungan dengan kompetensi atau posisi yang kamu lamar. Bahkan, hobi yang relevan sebaiknya dituliskan sebagai bagian dari kolom “Skills” atau “Additional Skills”, bukan sebagai daftar hobi terpisah.

Contohnya:

  • Jika kamu sering menulis blog → masukkan ke dalam “Writing Skills”
  • Jika kamu hobi fotografi → masukkan ke “Photography / Visual Content Skills”
  • Jika kamu aktif mendesain sebagai hobi → masuk ke “Design Skills (Canva, Figma)”

Dengan begitu, hobi kamu tidak hanya terlihat sebagai kegiatan pribadi, tetapi berubah menjadi sebuah skill yang bisa dinilai oleh HR.

6. Skill yang Tidak Dapat Diukur

hal tak perlu cv
Freepik©

Pernahkah kamu menuliskan kemampuan dalam bentuk rating atau bintang seperti ini?

  • Teamwork – ★★★☆☆
  • Problem Solving – ★★★★☆
  • Leadership – ★★★★☆

Hindari menggunakan format seperti ini di CV kamu ya, Top Talents! Hal ini dikarenakan penilaian dalam bentuk bintang atau rating seperti ini adalah penilaian subjektif, di mana HR tidak bisa mengetahui standar apa yang kamu gunakan.

Format penilaian seperti ini tidak memberi informasi lengkap bagaimana kamu menggunakan skill tersebut. Hasilnya, HR tidak bisa mengetahui:

  • dalam konteks apa kamu menggunakannya,
  • bagaimana hasilnya,
  • apakah skill itu terbukti di pengalaman kerja.

Selain itu, sistem ATS juga tidak bisa membaca bintang, emoji, atau format visual lainnya. Alhasil, skill yang penting justru tidak terbaca dan bisa membuat CV kamu tidak lolos.

7. Deskripsi Pengalaman yang Terlalu Panjang

Banyak pencari kerja yang menuliskan deskripsi pekerjaan terlalu panjang di dalam CV, misalnya mencantumkan 10–15 poin untuk satu pengalaman kerja.

Padahal, dilansir dari Kompas, HR hanya menghabiskan sekitar 7,4 detik untuk melakukan screening awal CV menggunakan alat atau software khusus.

Artinya, CV yang berisi terlalu banyak informasi justru akan sulit dipindai dan tidak akan menarik perhatian HR dalam waktu singkat tersebut. Tulis informasi mengenai pengalaman kerja kamu secukupnya saja ya, Top Talents!

Cara Membuat CV yang Disukai oleh HR

Setiap perusahaan memiliki preferensi masing-masing terkait format CV, tetapi secara umum ada beberapa jenis CV yang paling disukai oleh HR karena lebih mudah dibaca, profesional, dan ramah ATS. Jika kamu ingin meningkatkan peluang lolos screening awal, berikut cara mudah membuat CV yang disukai oleh HR, melalui Job Portal Bosshire:

Template CV yang Tersedia di Job Portal Bosshire

1. Kunjungi Job Portal Bosshire

Bosshire adalah job portal yang menyediakan ribuan peluang kerja dari berbagai perusahaan terpercaya. Selain mencari lowongan, kamu juga bisa memanfaatkan Job Portal Bosshire untuk membuat CV digital secara praktis, lho! Dengan begitu, seluruh proses mulai dari mencari peluang kerja, membuat CV, hingga mengirim lamaran bisa dilakukan dalam satu platform. Lebih efisien dan tanpa perlu menggunakan tools tambahan lainnya!

2. Daftar Sebagai Pencari Kerja

Selanjutnya, kamu dapat membuat akun untuk daftar sebagai Pencari Kerja. Untuk membuat akun, cukup masukkan alamat email dan buat kata sandi baru. Sangat mudah, bukan?

3. Lengkapi Informasi pada Profil Kamu

Selamat! Kini kamu sudah memiliki profil di Job Portal Bosshire. Namun, prosesnya belum selesai. Kamu masih perlu melengkapi seluruh informasi penting di profilmu agar dapat lanjut ke tahap berikutnya.

Isi data diri secara lengkap, mulai dari riwayat pendidikan, pengalaman kerja, project yang pernah kamu kerjakan, hingga status ketersediaan kerja (availability).

4. Pilih Template yang Paling Sesuai Denganmu

Nah, seluruh informasi yang telah kamu lengkapi di profil akan otomatis tersusun dengan rapi pada template CV yang kamu pilih di situs Bosshire. Sekarang, kamu bisa memilih template yang sesuai dengan preferensimu! Adapun template CV yang tersedia yaitu Basic, Profesional, Colorful (berwarna), dan Modern.

Jangan lupa untuk pilih template yang sesuai dengan karakteristik atau preferensi perusahaan yang kamu lamar ya, Top Talents!

Buat CV Digitalmu dan Lamar Pekerjaan, Sekarang!

Tunggu apa lagi? Sudah waktunya untuk kamu membuat CV digital yang menarik dan lamar pekerjaan dengan mudah melalui Job Portal Bosshire!

Eksplor ribuan lowongan pekerjaan yang tersedia di Job Portal Bosshire juga sekarang. Mulai dari posisi level pemula hingga manajerial, semua bisa kamu temukan dalam satu platform. Temukan peluang yang paling sesuai dengan minat dan keahlianmu, dan mulai langkah pertama menuju karier yang kamu inginkan!