Peminat bahasa Jepang di Indonesia terus menunjukkan peningkatan setiap tahunnya. Dilansir dari Antara, Indonesia masih menempati posisi tertinggi kedua di dunia dalam jumlah masyarakat yang mempelajari bahasa Jepang, berada tepat setelah China.
Menurut Inami, Direktur Jenderal The Japan Foundation yang dikutip dari Antara, ketertarikan masyarakat Indonesia terhadap Jepang tidak hanya terbatas pada bahasa, tetapi juga mencakup budaya kerja serta kehidupan sosial masyarakat setempat.
Apa sebenarnya yang membuat peminat Bahasa Jepang di Indonesia masih tinggi hingga saat ini? Mari kita bahas lebih lanjut di artikel ini.
Kenapa Bahasa Jepang Sangat Diminati di Indonesia?
Di Indonesia, bahasa Jepang tidak hanya diminati oleh pelajar dan mahasiswa, tetapi juga para pencari kerja hingga profesional. Lalu, apa yang membuat bahasa Jepang menarik untuk dipelajari? Berikut lima alasan umum yang mendorong masyarakat Indonesia untuk mempelajari bahasa Jepang:
1. Meraih Kesempatan Kerja di Jepang

Bekerja di Jepang adalah impian bagi banyak masyarakat Indonesia. Bukan tanpa alasan, perusahaan-perusahaan di Jepang dikenal menawarkan berbagai keuntungan menarik. Mulai dari gaji yang kompetitif, pemanfaatan teknologi canggih dalam aktivitas kerja sehari-hari, hingga budaya kerja yang disiplin dan profesional.
Tingginya keinginan masyarakat Indonesia untuk bekerja di Jepang membuat minat belajar bahasa Jepang ikut melonjak. Hal ini terjadi karena, menurut LPK Furinkazan, calon pekerja asing yang ingin bekerja di Jepang umumnya harus memiliki kemampuan bahasa setidaknya setara JLPT N3 atau JLPT N4.
Untuk pekerjaan dasar seperti pekerja konstruksi atau pertanian, level bahasa yang perlu kamu kuasai adalah JLPT N4. Sementara untuk pekerjaan spesifik yang membutuhkan keterampilan, level bahasa yang setidaknya dikuasai adalah JLPT N3.
2. Peluang Studi dan Beasiswa ke Jepang
Selain peluang kerja, Jepang juga membuka pintu bagi pelajar asing melalui berbagai program studi dan beasiswa. Kesempatan pendidikan yang ditawarkan pun sangat beragam, mulai dari sekolah bahasa, program vokasi atau sekolah kejuruan, hingga jenjang diploma, sarjana, dan pascasarjana.
Dikutip dari Beasiswa.id, daftar beasiswa kuliah yang populer saat ini yaitu Beasiswa Monbukagakusho (MEXT), Japanese Scholarship Program (ADB-JSP), Beasiswa Mitsui Bussan, Beasiswa Indonesia Maju (BIM), dan lain-lain. Apakah kamu pernah mengikuti atau mendaftar salah satu program beasiswa tersebut?
3. Pengaruh Budaya Populer (Anime, Manga, J-Pop)

Banyak masyarakat Indonesia mulai tertarik belajar bahasa Jepang setelah mengenal beberapa budaya populernya. Mulai dari anime, manga, J-Pop, hingga drama, menjadi salah satu pintu awal yang membangkitkan minat untuk mempelajari bahasa Jepang dan budayanya.
Selain itu, budaya idol dan cosplay juga memainkan peran besar. Para penggemar sering merasa ingin lebih dekat dengan idola mereka, memahami percakapan asli tanpa bantuan terjemahan, atau mengikuti event Jepang. Bagi sebagian orang, mempelajari bahasa Jepang juga dianggap sebagai bentuk apresiasi yang lebih dalam terhadap karya-karya budaya pop tersebut.
4. Kemudahan Belajar Melalui Teknologi dan Platform Digital
Perkembangan teknologi membuat akses belajar bahasa Jepang semakin mudah. Kini, siapa pun bisa belajar melalui aplikasi seperti Duolingo, Memrise, LingoDeer, hingga platform video seperti YouTube dan TikTok. Melalui berbagai aplikasi dan platform video tersebut, kamu dapat mengunduh modul pembelajaran, mengerjakan latihan soal, dan belajar melalui video.
Tidak hanya itu, banyak komunitas online, forum belajar, hingga kursus daring yang membuka kelas interaktif dengan pengajar native maupun tutor lokal. Fleksibilitas belajar melalui smartphone atau laptop kapan saja dan di mana saja ini menjadi alasan banyak orang akhirnya terdorong untuk mulai belajar bahasa Jepang.
5. Peluang Bisnis dan Kerja Sama Internasional
Dilansir dari Bareksa, CNBC menyebutkan bahwa Jepang adalah salah satu mitra dagang terbesar bagi Indonesia yang selalu menjadi bagian tiga besar. Kondisi ini mendorong banyak pengusaha, pelaku UMKM, hingga profesional di sektor ekspor-impor untuk mempelajari bahasa Jepang. Tujuannya tidak hanya untuk memperluas jaringan, tetapi juga membangun hubungan bisnis serta menciptakan kerja sama jangka panjang dengan perusahaan Jepang.
Program Resmi Bahasa Jepang dari Pemerintah Indonesia

Pemerintah Indonesia menyediakan beberapa program resmi untuk mendukung masyarakat Indonesia yang ingin mempelajari bahasa Jepang. Salah satunya yaitu Program Pelatihan Bahasa Jepang untuk Calon Pekerja Migran (CPMI) dari Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia (Kemnaker).
Program ini diselenggarakan melalui Proglat Kemnaker (Program Pelatihan Kemnaker) untuk Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) yang akan bekerja di Jepang, terutama melalui jalur Specified Skilled Worker (SSW) atau program magang. Adapun persyaratan umum untuk mengikuti program ini yaitu minimal 18 tahun, sehat jasmani dan rohani, serta minimal menempuh pendidikan hingga SMA/sederajat.
Adapun tujuan dari pelatihan ini adalah untuk mendukung peserta mengaplikasikan keterampilan komunikasi dalam bahasa Jepang sesuai level N4, baik lisan maupun tulisan.
Ingin Membangun Karier di Lingkup Global?
Temukan berbagai peluang kerja di perusahaan internasional melalui Job Portal Bosshire.
Mulai dari posisi entry-level hingga profesional, jadikan Bosshire langkah awalmu menuju karier berstandar global!
