Hiring Advice

Apa itu Time to Hire? Ini Definisi, Cara Mengukur & 4 Tips Memaksimalkannya!

Bosshire

March 5, 2026

Apa itu time to hire? Pernah nggak sih, kamu sudah menemukan kandidat yang cocok, tapi proses rekrutmennya terlalu lama sampai akhirnya calon kandidat menerima tawaran dari perusahaan lain? Well, situasi seperti ini memang cukup sering terjadi.

Apalagi, di tengah persaingan mencari kandidat terbaik yang semakin ketat di kalangan dunia rekrutmen. Nah, di sinilah pentingnya memahami time to hire

Indikator ini tak hanya mengukur kecepatan proses rekrutmen, tapi juga menunjukkan seberapa efektif strategi pencarian kandidat selama proses berjalan. Jadi, sebenarnya apa itu time to hire dan mengapa perusahaan perlu memperhatikannya? Langsung saja, simak ulasannya berikut ini, yuk!

Apa Itu Time To Hire?

Freepik©

Menurut Visier, time to hire adalah salah satu metrik penting dalam proses rekrutmen yang dipakai oleh tim Human Resource (HR) dan recruiter untuk mengukur seberapa cepat perusahaan berhasil membawa kandidat dari tahap awal sampai mereka menerima tawaran kerja.

Secara sederhana, time to hire adalah jumlah hari antara saat seorang kandidat mulai terlibat dalam proses rekrutmen. Misalnya, dimulai dari ketika calon karyawan melamar pekerjaan, hingga saat kandidat tersebut menerima tawaran kerja yang diberikan perusahaan.

Agar lebih mudah dalam memahaminya, berikut salah satu contohnya: Saat seorang kandidat mengirim lamaran pada tanggal 1 Juli, lalu mereka diterima dan menyetujui tawaran kerja pada tanggal 18 Juli, maka time to hire-nya adalah 17 hari.

Mengapa Time to Hire Penting?

Ada beberapa hal yang menjadi alasan mengapa time to hire ini penting dalam proses rekrutmen, antara lain seperti:

1. Menilai Kecepatan dan Efisiensi Proses Rekrutmen

Time to hire membantu perusahaan melihat seberapa cepat proses seleksi berjalan, mulai dari awal sampai adanya keputusan kandidat diterima. Semakin cepat prosesnya, biasanya hal ini berarti tim HR bekerja dengan lebih efisien.

2. Memberikan Kandidat Pengalaman yang Lebih Baik

Proses yang panjang, memakan waktu lama, hingga tahapan yang begitu rumit terkadang bisa membuat kandidat frustrasi atau bahkan mundur dari proses lamaran.

Karena itu, time to hire yang lebih singkat bisa membantu menciptakan pengalaman yang lebih positif, karena kandidat tidak perlu menunggu terlalu lama tanpa kepastian.

3. Mengurangi Risiko Kehilangan Kandidat Berkualitas

Di tengah persaingan pasar kerja yang semakin kompetitif, mencari kandidat berkualitas tentu bukan hal yang mudah. Apalagi, biasanya mereka tidak mau menunggu atau mengikuti proses rekrutmen yang memakan waktu terlalu lama.

Jika proses rekrutmen berjalan lambat, bisa jadi mereka sudah lebih dulu menerima tawaran dari perusahaan lain sebelum sempat direkrut oleh perusahaanmu.

Perbedaan Time to Hire dan Time to Fill

Pernah dengar istilah time to fill? Kalau iya, mungkin beberapa di antara kamu juga bertanya-tanya, apa bedanya dengan time to hire

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, time to hire melihat proses dari sisi kandidat. Di mana perhitungannya dimulai sejak kandidat melamar atau dihubungi recruiter, hingga akhirnya menerima tawaran kerja.

Sementara itu, time to fill melihat proses dari sisi perusahaan. Cara menghitungnya dimulai sejak perusahaan membuka atau mulai mencari kandidat untuk suatu posisi, seperti saat job posting tayang, hingga posisi tersebut berhasil diisi. 

Time to fill fokus melihat seberapa efisien perusahaan mengisi kebutuhan tenaga kerja secara keseluruhan. Sedangkan, time to hire lebih menyoroti kecepatan proses sekaligus pengalaman kandidat selama rekrutmen.

Bagaimana Cara Menghitung Time to Hire?

Jika kamu masih bingung bagaimana cara menghitung time to hire, tak perlu khawatir. Berikut cara sederhana yang bisa kamu ikuti:

Time to Hire = Tanggal kandidat terima tawaran – Tanggal kandidat mulai

Misalnya:

  • Kandidat mengirim lamaran: 3 Maret
  • Kandidat menerima tawaran: 20 Maret
  • Time to Hire = 20 – 3 =17 hari

Dengan demikian, time to hire yang dibutuhkan sebanyak 17 hari.

Selain itu, kalau kamu ingin tahu seberapa cepat perusahaan merekrut dalam satu periode tertentu, biasanya dihitung dari rata-rata seluruh proses time to hire selama periode tersebut.

Tips Memaksimalkan Time to Hire

Freepik©

Agar proses rekrutmen berjalan lebih efektif tanpa memakan waktu berlebihan dan tetap menjaga kualitas, ada beberapa langkah yang bisa kamu lakukan, seperti:

  • Membuat alur seleksi lebih jelas dari awal sampai akhir
  • Mempercepat komunikasi dengan kandidat, baik untuk pengumuman maupun feedback
  • Menyederhanakan tahapan wawancara agar tetap relevan dengan data yang dibutuhkan
  • Memanfaatkan tools rekrutmen untuk membantu proses tracking dan penjadwalan

Langkah-langkah ini bisa membantumu dalam mempersingkat waktu seleksi hingga kandidat menerima tawaran kerja.

Sudah Ukur Time to Hire? Kini Saatnya Optimalkan Proses Rekrutmen Perusahaanmu!

Setelah memahami apa itu time to hire dan bagaimana cara menghitungnya, sekarang saatnya melihat kembali proses rekrutmen yang sedang berjalan. Apakah sudah cukup cepat? Atau masih ada tahapan yang bikin kandidat menunggu terlalu lama?

Jika kamu ingin memaksimalkan proses hiring dan pencarian talenta terbaik untuk perusahaan, Bosshire bisa menjadi solusi yang tepat untukmu.

Dengan teknologi AI, Job Portal Bosshire akan membantumu menghubungkan perusahaan dengan kandidat dari berbagai level, mulai dari entry-level hingga professional, semua ada dalam satu platform yang bisa dijangkau dengan mudah.

Yuk, optimalkan time to hire dan dapatkan kandidat terbaik perusahaanmu bersama Bosshire!