{"id":6281,"date":"2026-06-11T09:56:53","date_gmt":"2026-06-11T09:56:53","guid":{"rendered":"https:\/\/bosshire.co.id\/bosstalk\/?p=6281"},"modified":"2026-06-12T09:57:22","modified_gmt":"2026-06-12T09:57:22","slug":"quiet-quitting-adalah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/bosshire.co.id\/bosstalk\/quiet-quitting-adalah\/","title":{"rendered":"Quiet Quitting Adalah Apa? Ini 7 Penyebab &amp; Cara Mengatasinya!"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pernahkah kamu merasa kehilangan semangat kerja, tetapi tetap datang ke kantor dan menyelesaikan tugas seperti biasa? Atau mungkin, kamu pernah melihat rekan kerja yang dulunya sangat aktif dan penuh inisiatif, tetapi kini hanya bekerja sekadarnya saja?<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jika iya, bisa jadi kamu sedang melihat fenomena yang dikenal dengan istilah quiet quitting. Ya, quiet quitting adalah kondisi ketika karyawan tetap bekerja, tetapi hanya sebatas memenuhi tanggung jawab minimum tanpa ada motivasi untuk terlibat lebih jauh dalam pekerjaan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hingga kini, <a href=\"https:\/\/bosshire.co.id\/bosstalk\/quiet-hiring-adalah\/\"><strong>istilah quiet<\/strong><\/a> quitting masih ramai menjadi perhatian banyak perusahaan. Lantas, apa sebenarnya yang menyebabkan quiet quitting dan bagaimana cara mengatasinya? Ikuti terus artikel ini untuk mengetahui jawabannya, ya!<\/p>\n\n\n\n<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_73 counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-custom ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Daftar Isi<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #0a0a0a;color:#0a0a0a\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #0a0a0a;color:#0a0a0a\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/bosshire.co.id\/bosstalk\/quiet-quitting-adalah\/#Apa_Itu_Quiet_Quitting\" title=\"Apa Itu Quiet Quitting?\">Apa Itu Quiet Quitting?<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/bosshire.co.id\/bosstalk\/quiet-quitting-adalah\/#Ciri-Ciri_Karyawan_yang_Mengalami_Quiet_Quitting\" title=\"Ciri-Ciri Karyawan yang Mengalami Quiet Quitting\">Ciri-Ciri Karyawan yang Mengalami Quiet Quitting<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/bosshire.co.id\/bosstalk\/quiet-quitting-adalah\/#1_Produktivitas_Mulai_Menurun\" title=\"1. Produktivitas Mulai Menurun\">1. Produktivitas Mulai Menurun<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/bosshire.co.id\/bosstalk\/quiet-quitting-adalah\/#2_Mulai_Bersikap_Pasif_dalam_Pekerjaan\" title=\"2. Mulai Bersikap Pasif dalam Pekerjaan\">2. Mulai Bersikap Pasif dalam Pekerjaan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/bosshire.co.id\/bosstalk\/quiet-quitting-adalah\/#3_Enggan_Mengambil_Tanggung_Jawab_Tambahan\" title=\"3. Enggan Mengambil Tanggung Jawab Tambahan\">3. Enggan Mengambil Tanggung Jawab Tambahan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/bosshire.co.id\/bosstalk\/quiet-quitting-adalah\/#4_Memberikan_Respons_Negatif_terhadap_Tugas_Baru\" title=\"4. Memberikan Respons Negatif terhadap Tugas Baru\">4. Memberikan Respons Negatif terhadap Tugas Baru<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-7\" href=\"https:\/\/bosshire.co.id\/bosstalk\/quiet-quitting-adalah\/#Sebenarnya_Apa_Penyebab_Quiet_Quitting\" title=\"Sebenarnya, Apa Penyebab Quiet Quitting?\">Sebenarnya, Apa Penyebab Quiet Quitting?<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-8\" href=\"https:\/\/bosshire.co.id\/bosstalk\/quiet-quitting-adalah\/#1_Beban_Kerja_Berlebihan\" title=\"1. Beban Kerja Berlebihan\">1. Beban Kerja Berlebihan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-9\" href=\"https:\/\/bosshire.co.id\/bosstalk\/quiet-quitting-adalah\/#2_Kompensasi_Tidak_Sesuai\" title=\"2. Kompensasi Tidak Sesuai\">2. Kompensasi Tidak Sesuai<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-10\" href=\"https:\/\/bosshire.co.id\/bosstalk\/quiet-quitting-adalah\/#3_Tidak_Ada_Batasan_antara_Pekerjaan_dan_Kehidupan_Pribadi\" title=\"3. Tidak Ada Batasan antara Pekerjaan dan Kehidupan Pribadi\">3. Tidak Ada Batasan antara Pekerjaan dan Kehidupan Pribadi<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-11\" href=\"https:\/\/bosshire.co.id\/bosstalk\/quiet-quitting-adalah\/#4_Ekspektasi_yang_Tidak_Realistis\" title=\"4. Ekspektasi yang Tidak Realistis\">4. Ekspektasi yang Tidak Realistis<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-12\" href=\"https:\/\/bosshire.co.id\/bosstalk\/quiet-quitting-adalah\/#5_Komunikasi_dengan_Atasan_yang_Tidak_Baik\" title=\"5. Komunikasi dengan Atasan yang Tidak Baik\">5. Komunikasi dengan Atasan yang Tidak Baik<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-13\" href=\"https:\/\/bosshire.co.id\/bosstalk\/quiet-quitting-adalah\/#Dampak_Quiet_Quitting_bagi_Perusahaan\" title=\"Dampak Quiet Quitting bagi Perusahaan\">Dampak Quiet Quitting bagi Perusahaan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-14\" href=\"https:\/\/bosshire.co.id\/bosstalk\/quiet-quitting-adalah\/#Cara_Mengatasi_Quiet_Quitting_di_Tempat_Kerja\" title=\"Cara Mengatasi Quiet Quitting di Tempat Kerja\">Cara Mengatasi Quiet Quitting di Tempat Kerja<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-15\" href=\"https:\/\/bosshire.co.id\/bosstalk\/quiet-quitting-adalah\/#1_Cari_Akar_Permasalahan\" title=\"1. Cari Akar Permasalahan\">1. Cari Akar Permasalahan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-16\" href=\"https:\/\/bosshire.co.id\/bosstalk\/quiet-quitting-adalah\/#2_Tetapkan_Target_yang_Jelas_dan_Transparan\" title=\"2. Tetapkan Target yang Jelas dan Transparan\">2. Tetapkan Target yang Jelas dan Transparan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-17\" href=\"https:\/\/bosshire.co.id\/bosstalk\/quiet-quitting-adalah\/#3_Berikan_Apresiasi_atas_Pencapaian\" title=\"3. Berikan Apresiasi atas Pencapaian\">3. Berikan Apresiasi atas Pencapaian<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-18\" href=\"https:\/\/bosshire.co.id\/bosstalk\/quiet-quitting-adalah\/#4_Dukung_Work-Life_Balance_Karyawan\" title=\"4. Dukung Work-Life Balance Karyawan\">4. Dukung Work-Life Balance Karyawan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-19\" href=\"https:\/\/bosshire.co.id\/bosstalk\/quiet-quitting-adalah\/#5_Bangun_Komunikasi_yang_Sehat\" title=\"5. Bangun Komunikasi yang Sehat\">5. Bangun Komunikasi yang Sehat<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-20\" href=\"https:\/\/bosshire.co.id\/bosstalk\/quiet-quitting-adalah\/#Temukan_Lingkungan_Kerja_yang_Lebih_Sehat_Bersama_Bosshire\" title=\"Temukan Lingkungan Kerja yang Lebih Sehat Bersama Bosshire\">Temukan Lingkungan Kerja yang Lebih Sehat Bersama Bosshire<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Apa_Itu_Quiet_Quitting\"><\/span>Apa Itu Quiet Quitting?<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sederhananya, quiet quitting adalah sikap karyawan yang memilih untuk bekerja sesuai porsi yang telah ditentukan tanpa melakukan pekerjaan tambahan di luar tanggung jawab utamanya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Artinya, para pekerja tetap hadir di perusahaan, menyelesaikan tugas, dan memenuhi target yang diberikan. Namun, tidak lagi menunjukkan antusiasme tinggi seperti sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Banyak orang menganggap quiet quitting sebagai bentuk perlawanan terhadap budaya kerja yang tidak sehat, seperti tuntutan kerja berlebihan, kurangnya apresiasi, atau minimnya keseimbangan antara kehidupan pribadi dan pekerjaan (<em>work-life balance<\/em>).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Itulah mengapa, fenomena ini tidak selalu berarti karyawan malas bekerja. Dalam beberapa kasus, quiet quitting justru menjadi sinyal bahwa ada masalah yang perlu diperhatikan oleh perusahaan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Ciri-Ciri_Karyawan_yang_Mengalami_Quiet_Quitting\"><\/span>Ciri-Ciri Karyawan yang Mengalami Quiet Quitting<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sekarang sudah tahu ya, apa itu pengertian quiet quitting? Nah, agar kamu bisa mengenal lebih jauh, berikut beberapa tanda yang sering muncul pada karyawan yang melakukan quiet quitting, seperti:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Produktivitas_Mulai_Menurun\"><\/span>1. Produktivitas Mulai Menurun<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image aligncenter size-large\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"576\" src=\"https:\/\/bosshire.co.id\/bosstalk\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/pexels-silverkblack-36713018-1024x576.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-6284\" srcset=\"https:\/\/bosshire.co.id\/bosstalk\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/pexels-silverkblack-36713018-1024x576.jpg 1024w, https:\/\/bosshire.co.id\/bosstalk\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/pexels-silverkblack-36713018-300x169.jpg 300w, https:\/\/bosshire.co.id\/bosstalk\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/pexels-silverkblack-36713018-768x432.jpg 768w, https:\/\/bosshire.co.id\/bosstalk\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/pexels-silverkblack-36713018.jpg 1280w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\"><strong><em>Pexels\u00a9<\/em><\/strong><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Salah satu tanda quiet quitting yang paling umum terjadi adalah menurunnya produktivitas kerja karyawan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jika kamu sering melihat rekan kerja yang sebelumnya mampu menyelesaikan pekerjaan dengan cepat dan selalu memenuhi target, lalu perlahan mulai menunjukkan performa yang menurun, bisa jadi itu adalah salah satu ciri mereka telah mengalami quiet quitting.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ya, seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, saat mengalami quiet quitting, seorang karyawan cenderung hanya menyelesaikan tugas sesuai standar minimum yang ditetapkan perusahaan, tidak kurang ataupun lebih.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Mulai_Bersikap_Pasif_dalam_Pekerjaan\"><\/span>2. Mulai Bersikap Pasif dalam Pekerjaan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Quiet quitting tidak selalu ditunjukkan dengan penurunan <a href=\"https:\/\/bosshire.co.id\/bosstalk\/high-performer-karyawan\/\"><strong>performa<\/strong><\/a> kerja. Dalam banyak kasus, karyawan tetap menyelesaikan tugasnya dengan baik, tetapi tidak lagi memiliki semangat untuk memberikan kontribusi tambahan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Biasanya, mereka tidak lagi menunjukkan antusiasme saat rapat, diskusi tim, atau proyek baru. Bahkan, kesempatan untuk memberikan ide dan berkontribusi terhadap perkembangan perusahaan sering kali tidak lagi menarik perhatian karyawan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Enggan_Mengambil_Tanggung_Jawab_Tambahan\"><\/span>3. Enggan Mengambil Tanggung Jawab Tambahan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image aligncenter size-large\"><img decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"682\" src=\"https:\/\/bosshire.co.id\/bosstalk\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/pexels-karola-g-7876797-1024x682.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-6285\" srcset=\"https:\/\/bosshire.co.id\/bosstalk\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/pexels-karola-g-7876797-1024x682.jpg 1024w, https:\/\/bosshire.co.id\/bosstalk\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/pexels-karola-g-7876797-300x200.jpg 300w, https:\/\/bosshire.co.id\/bosstalk\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/pexels-karola-g-7876797-768x512.jpg 768w, https:\/\/bosshire.co.id\/bosstalk\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/pexels-karola-g-7876797.jpg 1280w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\"><strong><em>Pexels\u00a9<\/em><\/strong><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Karyawan yang mengalami quiet quitting biasanya akan menolak pekerjaan di luar tugas utama mereka. Umumnya, mereka lebih memiliki untuk mengerjakan tugas yang sesuai dengan job utama dan tidak tertarik untuk mengambil peran tambahan meskipun sebelumnya cukup antusias melakukannya.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"4_Memberikan_Respons_Negatif_terhadap_Tugas_Baru\"><\/span>4. Memberikan Respons Negatif terhadap Tugas Baru<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Berikutnya, tanda seorang karyawan mengalami quiet quitting ditunjukkan saat mereka mulai enggan menerima tanggung jawab di luar pekerjaan yang telah menjadi tugas utamanya.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Saat diberikan proyek baru atau diminta membantu pekerjaan tambahan, mereka mungkin menunjukkan respons yang kurang antusias, mempertanyakan urgensi tugas tersebut, atau bahkan menolaknya secara halus.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kondisi ini biasanya muncul karena adanya rasa lelah, stres, atau kekecewaan yang telah menumpuk dalam jangka waktu lama. Akibatnya, mereka memilih untuk menetapkan batas yang lebih tegas antara apa yang menjadi kewajibannya dan apa yang dianggap di luar perannya.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Sebenarnya_Apa_Penyebab_Quiet_Quitting\"><\/span>Sebenarnya, Apa Penyebab Quiet Quitting?<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Fenomena quiet quitting umumnya tidak muncul secara tiba-tiba. Ada berbagai faktor yang dapat memicu seseorang kehilangan motivasi dalam bekerja, misalnya:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Beban_Kerja_Berlebihan\"><\/span>1. Beban Kerja Berlebihan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image aligncenter size-large\"><img decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"682\" src=\"https:\/\/bosshire.co.id\/bosstalk\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/pexels-n-voitkevich-6837649-1024x682.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-6286\" srcset=\"https:\/\/bosshire.co.id\/bosstalk\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/pexels-n-voitkevich-6837649-1024x682.jpg 1024w, https:\/\/bosshire.co.id\/bosstalk\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/pexels-n-voitkevich-6837649-300x200.jpg 300w, https:\/\/bosshire.co.id\/bosstalk\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/pexels-n-voitkevich-6837649-768x512.jpg 768w, https:\/\/bosshire.co.id\/bosstalk\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/pexels-n-voitkevich-6837649.jpg 1280w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\"><strong><em>Pexels\u00a9<\/em><\/strong><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Salah satu penyebab quiet quitting yang paling sering terjadi adalah beban kerja yang tidak seimbang. Dalam beberapa kasus, seorang karyawan harus menangani pekerjaan yang sebenarnya membutuhkan lebih dari satu orang untuk menyelesaikannya.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jika kondisi ini berlangsung terus-menerus tanpa dukungan yang memadai, rasa lelah dan tekanan kerja akan semakin menumpuk. Akibatnya, karyawan bisa kehilangan semangat, merasa kewalahan, dan memilih untuk hanya mengerjakan tugas sesuai kewajiban minimum yang dimilikinya.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Kompensasi_Tidak_Sesuai\"><\/span>2. Kompensasi Tidak Sesuai<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bagi banyak karyawan, kompensasi bukan hanya soal gaji, tetapi juga bentuk apresiasi atas kontribusi yang telah diberikan kepada perusahaan. Ketika tanggung jawab dan beban kerja terus bertambah tanpa diiringi penghargaan yang sepadan, muncul perasaan bahwa usaha mereka tidak dihargai.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat menurunkan motivasi kerja dan membuat karyawan enggan memberikan kontribusi lebih dari yang diwajibkan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Tidak_Ada_Batasan_antara_Pekerjaan_dan_Kehidupan_Pribadi\"><\/span>3. Tidak Ada Batasan antara Pekerjaan dan Kehidupan Pribadi<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di era digital seperti sekarang, tidak sedikit karyawan yang masih harus merespons pesan pekerjaan setelah jam kantor berakhir, bahkan saat akhir pekan atau hari libur. Sekilas mungkin terlihat sepele, tetapi kebiasaan ini dapat membuat seseorang merasa tidak pernah benar-benar lepas dari pekerjaan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ketika waktu istirahat terus terganggu, risiko kelelahan mental (burnout) pun meningkat dan perlahan mengurangi antusiasme mereka dalam bekerja.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"4_Ekspektasi_yang_Tidak_Realistis\"><\/span>4. Ekspektasi yang Tidak Realistis<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Target yang terlalu tinggi, tenggat waktu yang terlalu singkat, atau tuntutan untuk menguasai berbagai peran sekaligus dapat membuat karyawan merasa tertekan. Pada awalnya mereka mungkin masih berusaha memenuhi harapan tersebut.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Namun, jika ekspektasi yang diberikan terus terasa tidak masuk akal, karyawan bisa mulai merasa bahwa kerja keras mereka tidak akan pernah cukup. Perasaan inilah yang sering memicu menurunnya motivasi dan keterlibatan dalam pekerjaan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"5_Komunikasi_dengan_Atasan_yang_Tidak_Baik\"><\/span>5. Komunikasi dengan Atasan yang Tidak Baik<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hubungan kerja yang sehat tidak lepas dari komunikasi yang terbuka antara atasan dan karyawan. Sayangnya, hal ini tidak selalu terjadi di setiap perusahaan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ketika karyawan merasa pendapat, masukan, atau keluhannya tidak pernah didengar, mereka cenderung memilih untuk diam dan menjaga jarak dari pekerjaannya.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Alih-alih menyampaikan masalah yang dihadapi, mereka lebih memilih mengurangi keterlibatan dalam pekerjaan sebagai bentuk respons terhadap situasi yang dianggap tidak nyaman.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Dampak_Quiet_Quitting_bagi_Perusahaan\"><\/span>Dampak Quiet Quitting bagi Perusahaan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jika tidak ditangani dengan baik, quiet quitting dapat memberikan dampak yang cukup besar terhadap bisnis.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Beberapa di antaranya meliputi:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Menurunnya produktivitas tim.<\/li>\n\n\n\n<li>Berkurangnya inovasi dan kreativitas karyawan.<\/li>\n\n\n\n<li>Meningkatnya risiko turnover karyawan.<\/li>\n\n\n\n<li>Menurunnya kualitas pelayanan kepada pelanggan.<\/li>\n\n\n\n<li>Terganggunya budaya kerja dan kolaborasi antar tim.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Karena itu, penting bagi perusahaan untuk mengenali gejala quiet quitting sejak awal sebelum berdampak lebih luas pada kinerja karyawan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Cara_Mengatasi_Quiet_Quitting_di_Tempat_Kerja\"><\/span>Cara Mengatasi Quiet Quitting di Tempat Kerja<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kabar baiknya, quiet quitting bukanlah kondisi yang tidak bisa diperbaiki. Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan perusahaan untuk mengatasinya, dilansir <a href=\"https:\/\/www.idntimes.com\/business\/economy\/mengenal-fenomena-quiet-quitting-di-dunia-kerja-dan-cara-mengatasinya-00-jxp64-ms3wqs?page=all\"><strong>IDN Times<\/strong><\/a>:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Cari_Akar_Permasalahan\"><\/span>1. Cari Akar Permasalahan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebelum mengambil keputusan, pahami terlebih dahulu apa yang sebenarnya dirasakan karyawan. Jika perlu, lakukan survei kepuasan karyawan, sesi diskusi, atau one-on-one meeting untuk mengetahui sumber permasalahan yang mereka alami.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Tetapkan_Target_yang_Jelas_dan_Transparan\"><\/span>2. Tetapkan Target yang Jelas dan Transparan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Karyawan akan lebih mudah bekerja jika memahami ekspektasi yang diberikan kepada mereka. Oleh karena itu, pastikan perusahaan memiliki target kerja dan KPI yang terukur serta mudah dipahami.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Berikan_Apresiasi_atas_Pencapaian\"><\/span>3. Berikan Apresiasi atas Pencapaian<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebenarnya, apresiasi tidak selalu harus berupa bonus atau kenaikan gaji. Hal ini dapat sesederhana memberikan ucapan terima kasih, pengakuan atas kontribusi, hingga kesempatan pengembangan karier juga dapat meningkatkan <a href=\"https:\/\/bosshire.co.id\/bosstalk\/cara-meningkatkan-motivasi-karyawan\/\"><strong>motivasi karyawan<\/strong><\/a>.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"4_Dukung_Work-Life_Balance_Karyawan\"><\/span>4. Dukung Work-Life Balance Karyawan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mendorong keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi dapat membantu mengurangi stres serta meningkatkan kepuasan kerja. Sebagai contoh, perusahaan dapat menerapkan jam kerja yang lebih fleksibel dan memastikan karyawan memiliki waktu yang cukup untuk beristirahat.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selain itu, perusahaan juga perlu menghormati batas antara pekerjaan dan kehidupan pribadi dengan tidak menghubungi karyawan terkait urusan pekerjaan di luar jam kerja, akhir pekan, maupun hari libur, kecuali dalam kondisi yang benar-benar mendesak.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"5_Bangun_Komunikasi_yang_Sehat\"><\/span>5. Bangun Komunikasi yang Sehat<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pastikan setiap karyawan memiliki ruang untuk menyampaikan masukan, keluhan, maupun ide tanpa rasa takut. Lingkungan kerja yang terbuka dan suportif dapat membantu meningkatkan keterlibatan karyawan dalam jangka panjang.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Temukan_Lingkungan_Kerja_yang_Lebih_Sehat_Bersama_Bosshire\"><\/span>Temukan Lingkungan Kerja yang Lebih Sehat Bersama Bosshire<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jika kamu merasa mengalami tanda-tanda quiet quitting karena lingkungan kerja yang kurang mendukung, mungkin ini saatnya mempertimbangkan peluang karier yang lebih sesuai dengan kebutuhanmu.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Melalui <a href=\"https:\/\/bosshire.co.id\/en\/publics\/jobs\/?role=talent\"><strong>Job Portal Bosshire<\/strong><\/a>, kamu bisa menemukan lebih dari 1000 lowongan kerja dari berbagai perusahaan terpercaya yang menawarkan budaya kerja profesional, peluang pengembangan karier, serta lingkungan kerja yang lebih sehat dan suportif.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Yuk, kunjungi situsnya dan temukan pekerjaan yang mendukung work-life balancemu sekarang juga!&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"539\" src=\"https:\/\/bosshire.co.id\/bosstalk\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/cta-qr-cowo-1-1-1024x539.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-4483\" srcset=\"https:\/\/bosshire.co.id\/bosstalk\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/cta-qr-cowo-1-1-1024x539.png 1024w, https:\/\/bosshire.co.id\/bosstalk\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/cta-qr-cowo-1-1-300x158.png 300w, https:\/\/bosshire.co.id\/bosstalk\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/cta-qr-cowo-1-1-768x404.png 768w, https:\/\/bosshire.co.id\/bosstalk\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/cta-qr-cowo-1-1.png 1425w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pernahkah kamu merasa kehilangan semangat kerja, tetapi tetap datang ke kantor dan menyelesaikan tugas seperti biasa? Atau mungkin, kamu pernah melihat rekan kerja yang dulunya sangat aktif dan penuh inisiatif, tetapi kini hanya bekerja sekadarnya saja? Jika iya, bisa jadi kamu sedang melihat fenomena yang dikenal dengan istilah quiet quitting. Ya, quiet quitting adalah kondisi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":14,"featured_media":6282,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[28],"tags":[],"class_list":["post-6281","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-industry-insight"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v24.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Quiet Quitting Adalah Apa? Ini 7 Penyebab &amp; Cara Mengatasinya! - Bosshire Insider<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Quiet quitting adalah tanda menurunnya keterlibatan karyawan di tempat kerja. Pelajari penyebab, dampak, dan solusi terbaik untuk mengatasinya di artikel ini!\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/bosshire.co.id\/bosstalk\/quiet-quitting-adalah\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Quiet Quitting Adalah Apa? Ini 7 Penyebab &amp; Cara Mengatasinya! - Bosshire Insider\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Quiet quitting adalah tanda menurunnya keterlibatan karyawan di tempat kerja. Pelajari penyebab, dampak, dan solusi terbaik untuk mengatasinya di artikel ini!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/bosshire.co.id\/bosstalk\/quiet-quitting-adalah\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Bosshire Insider\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-06-11T09:56:53+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-06-12T09:57:22+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/bosshire.co.id\/bosstalk\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/pexels-ai25studioai-7163358.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1279\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"853\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Bosshire\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Bosshire\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"7 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/bosshire.co.id\/bosstalk\/quiet-quitting-adalah\/\",\"url\":\"https:\/\/bosshire.co.id\/bosstalk\/quiet-quitting-adalah\/\",\"name\":\"Quiet Quitting Adalah Apa? Ini 7 Penyebab &amp; Cara Mengatasinya! - Bosshire Insider\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/bosshire.co.id\/bosstalk\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/bosshire.co.id\/bosstalk\/quiet-quitting-adalah\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/bosshire.co.id\/bosstalk\/quiet-quitting-adalah\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/bosshire.co.id\/bosstalk\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/pexels-ai25studioai-7163358.jpg\",\"datePublished\":\"2026-06-11T09:56:53+00:00\",\"dateModified\":\"2026-06-12T09:57:22+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/bosshire.co.id\/bosstalk\/#\/schema\/person\/11b6a288f4ca0b7ac8da15d6cc3350b8\"},\"description\":\"Quiet quitting adalah tanda menurunnya keterlibatan karyawan di tempat kerja. Pelajari penyebab, dampak, dan solusi terbaik untuk mengatasinya di artikel ini!\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/bosshire.co.id\/bosstalk\/quiet-quitting-adalah\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/bosshire.co.id\/bosstalk\/quiet-quitting-adalah\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/bosshire.co.id\/bosstalk\/quiet-quitting-adalah\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/bosshire.co.id\/bosstalk\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/pexels-ai25studioai-7163358.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/bosshire.co.id\/bosstalk\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/pexels-ai25studioai-7163358.jpg\",\"width\":1279,\"height\":853},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/bosshire.co.id\/bosstalk\/quiet-quitting-adalah\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/bosshire.co.id\/bosstalk\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Quiet Quitting Adalah Apa? Ini 7 Penyebab &amp; Cara Mengatasinya!\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/bosshire.co.id\/bosstalk\/#website\",\"url\":\"https:\/\/bosshire.co.id\/bosstalk\/\",\"name\":\"BOSSTALK\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/bosshire.co.id\/bosstalk\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/bosshire.co.id\/bosstalk\/#\/schema\/person\/11b6a288f4ca0b7ac8da15d6cc3350b8\",\"name\":\"Bosshire\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/bosshire.co.id\/bosstalk\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0dd823a5a1fb0d8ed1ecf97c77dfd72ba6eb22f2822a12c40d4457f1e07801f7?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0dd823a5a1fb0d8ed1ecf97c77dfd72ba6eb22f2822a12c40d4457f1e07801f7?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Bosshire\"},\"url\":\"https:\/\/bosshire.co.id\/bosstalk\/author\/bosshire\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Quiet Quitting Adalah Apa? Ini 7 Penyebab &amp; Cara Mengatasinya! - Bosshire Insider","description":"Quiet quitting adalah tanda menurunnya keterlibatan karyawan di tempat kerja. Pelajari penyebab, dampak, dan solusi terbaik untuk mengatasinya di artikel ini!","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/bosshire.co.id\/bosstalk\/quiet-quitting-adalah\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Quiet Quitting Adalah Apa? Ini 7 Penyebab &amp; Cara Mengatasinya! - Bosshire Insider","og_description":"Quiet quitting adalah tanda menurunnya keterlibatan karyawan di tempat kerja. Pelajari penyebab, dampak, dan solusi terbaik untuk mengatasinya di artikel ini!","og_url":"https:\/\/bosshire.co.id\/bosstalk\/quiet-quitting-adalah\/","og_site_name":"Bosshire Insider","article_published_time":"2026-06-11T09:56:53+00:00","article_modified_time":"2026-06-12T09:57:22+00:00","og_image":[{"width":1279,"height":853,"url":"https:\/\/bosshire.co.id\/bosstalk\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/pexels-ai25studioai-7163358.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Bosshire","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Bosshire","Est. reading time":"7 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/bosshire.co.id\/bosstalk\/quiet-quitting-adalah\/","url":"https:\/\/bosshire.co.id\/bosstalk\/quiet-quitting-adalah\/","name":"Quiet Quitting Adalah Apa? Ini 7 Penyebab &amp; Cara Mengatasinya! - Bosshire Insider","isPartOf":{"@id":"https:\/\/bosshire.co.id\/bosstalk\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/bosshire.co.id\/bosstalk\/quiet-quitting-adalah\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/bosshire.co.id\/bosstalk\/quiet-quitting-adalah\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/bosshire.co.id\/bosstalk\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/pexels-ai25studioai-7163358.jpg","datePublished":"2026-06-11T09:56:53+00:00","dateModified":"2026-06-12T09:57:22+00:00","author":{"@id":"https:\/\/bosshire.co.id\/bosstalk\/#\/schema\/person\/11b6a288f4ca0b7ac8da15d6cc3350b8"},"description":"Quiet quitting adalah tanda menurunnya keterlibatan karyawan di tempat kerja. Pelajari penyebab, dampak, dan solusi terbaik untuk mengatasinya di artikel ini!","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/bosshire.co.id\/bosstalk\/quiet-quitting-adalah\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/bosshire.co.id\/bosstalk\/quiet-quitting-adalah\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/bosshire.co.id\/bosstalk\/quiet-quitting-adalah\/#primaryimage","url":"https:\/\/bosshire.co.id\/bosstalk\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/pexels-ai25studioai-7163358.jpg","contentUrl":"https:\/\/bosshire.co.id\/bosstalk\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/pexels-ai25studioai-7163358.jpg","width":1279,"height":853},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/bosshire.co.id\/bosstalk\/quiet-quitting-adalah\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/bosshire.co.id\/bosstalk\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Quiet Quitting Adalah Apa? Ini 7 Penyebab &amp; Cara Mengatasinya!"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/bosshire.co.id\/bosstalk\/#website","url":"https:\/\/bosshire.co.id\/bosstalk\/","name":"BOSSTALK","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/bosshire.co.id\/bosstalk\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/bosshire.co.id\/bosstalk\/#\/schema\/person\/11b6a288f4ca0b7ac8da15d6cc3350b8","name":"Bosshire","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/bosshire.co.id\/bosstalk\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0dd823a5a1fb0d8ed1ecf97c77dfd72ba6eb22f2822a12c40d4457f1e07801f7?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0dd823a5a1fb0d8ed1ecf97c77dfd72ba6eb22f2822a12c40d4457f1e07801f7?s=96&d=mm&r=g","caption":"Bosshire"},"url":"https:\/\/bosshire.co.id\/bosstalk\/author\/bosshire\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/bosshire.co.id\/bosstalk\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6281","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/bosshire.co.id\/bosstalk\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/bosshire.co.id\/bosstalk\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bosshire.co.id\/bosstalk\/wp-json\/wp\/v2\/users\/14"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bosshire.co.id\/bosstalk\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6281"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/bosshire.co.id\/bosstalk\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6281\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6299,"href":"https:\/\/bosshire.co.id\/bosstalk\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6281\/revisions\/6299"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bosshire.co.id\/bosstalk\/wp-json\/wp\/v2\/media\/6282"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/bosshire.co.id\/bosstalk\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6281"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/bosshire.co.id\/bosstalk\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6281"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/bosshire.co.id\/bosstalk\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6281"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}