Career Guidance

Ini Dia 5 Kesalahan Saat Interview Jarang Disadari, Pernah Melakukannya?

Bosshire

June 26, 2026

Siapa di antara kamu yang pernah mengalami sudah lolos screening CV, dipanggil interview, bahkan merasa sesi wawancara berjalan dengan lancar, namun beberapa hari kemudian malah di-ghosting oleh HR? Mungkin kamu melakukan salah satu kesalahan saat interview.

Well, situasi ini memang tidak enak, bukan? Apalagi jika kamu merasa sudah menjawab semua pertanyaan dengan baik dan memiliki kualifikasi yang sesuai dengan posisi yang dilamar. 

Kenyataannya, banyak kandidat gagal melanjutkan ke tahap berikutnya bukan karena kurang kompeten, melainkan karena melakukan beberapa kesalahan yang tidak disadari.

Nah, agar peluang mendapatkan job offer semakin besar, yuk kenali berbagai kesalahan saat interview yang masih sering dilakukan kandidat berikut ini!

5 Kesalahan Saat Interview

Sebenarnya, kesalahan saat interview tidak selalu berupa jawaban yang salah atau kurangnya pengalaman kerja. Pasalnya, tak jarang hal-hal kecil yang tampak tidak penting justru menjadi alasan recruiter ragu untuk memilih seorang kandidat.

Apa saja itu? Berikut beberapa kesalahan saat interview menurut Forbes, seperti:

1. Hanya Menjawab Pertanyaan, Tidak Menunjukkan Nilai yang Dimiliki

Salah satu kesalahan saat interview yang sering kali tidak disadari adalah banyak yang menganggap bahwa interview hanyalah sesi tanya jawab. Maka dari itu, tak jarang kandidat merasa sudah cukup menjawab pertanyaan yang diajukan oleh recruiter.

Padahal, tujuan utama interview bukan sekadar menjawab pertanyaan dengan benar. Interview adalah kesempatan untuk menunjukkan mengapa kamu adalah orang terbaik untuk posisi tersebut.

Misalnya ketika recruiter bertanya:

Ceritakan tentang dirimu

Umumnya, sebagian kandidat hanya menjelaskan riwayat pendidikan dan pengalaman kerja. Padahal, recruiter biasanya lebih tertarik pada jawaban yang menunjukkan kontribusi yang bisa kamu berikan kepada perusahaan.

Sebagai contoh:

Saya memiliki pengalaman lebih dari dua tahun di bidang digital marketing dengan fokus pada SEO dan content strategy. Dalam pekerjaan sebelumnya, saya berhasil meningkatkan traffic organik website hingga 60% melalui optimasi konten dan riset keyword. Karena itu, saya tertarik bergabung di posisi ini untuk membantu perusahaan meningkatkan visibilitas digital dan mencapai target bisnis.”

2. Datang Interview Tanpa Persiapan yang Matang

Kesalahan saat interview berikutnya yang sering kali dilakukan adalah datang interview tanpa memiliki persiapan yang matang.

Saat datang ke interview tanpa persiapan yang matang, recruiter bisa melihat bahwa kamu kurang siap menghadapi proses wawancara. Hal ini dapat membuatmu terlihat ragu-ragu, kesulitan menyampaikan jawaban, atau memberikan respons yang tidak sesuai dengan kebutuhan posisi yang dilamar. 

Maka dari itu, sebelum mulai sesi interview, coba kamu luangkan waktu untuk mempersiapkan beberapa hal berikut:

  • Mempelajari deskripsi pekerjaan, company profile, serta visi dan misi perusahaan
  • Menyiapkan jawaban pertanyaan umum interview
  • Melatih jawaban dengan teman atau secara mandiri
  • Menyiapkan contoh pengalaman kerja yang relevan

Semakin siap kamu menghadapi pertanyaan, biasanya kamu akan semakin percaya diri cara penyampaiannya. Perlu diingat, recruiter bisa lho membedakan mana kandidat yang benar-benar mempersiapkan diri dan mana yang hanya mengandalkan improvisasi.

3. Menyebutkan Skill Tanpa Memberikan Contoh Nyata

Saat interview, tidak sedikit kandidat yang hanya menyebutkan berbagai kemampuan umum yang dimilikinya, seperti leadership, problem solving, komunikasi, atau kemampuan bekerja dalam tim.

Padahal, recruiter tidak hanya ingin mengetahui skill apa yang kamu miliki. Mereka juga ingin melihat bagaimana kemampuan tersebut bisa diterapkan dalam situasi kerja yang nyata.

Misalnya, daripada hanya menyampaikan:

Saya memiliki kemampuan komunikasi yang baik.”

Akan lebih baik jika kamu bisa menjelaskan:

Saat bekerja sebagai customer service, saya menangani rata-rata 30 keluhan pelanggan setiap hari dan berhasil mempertahankan tingkat kepuasan pelanggan di atas 90%.”

Dibandingkan sekadar menyebutkan skill, jawaban yang disertai contoh pengalaman dan pencapaian tentu akan lebih meyakinkan. Oleh karena itu, cobalah untuk selalu mengaitkan kemampuan yang kamu miliki dengan pengalaman, hasil kerja, atau pencapaian yang pernah kamu raih agar recruiter dapat melihat nilai yang benar-benar bisa kamu berikan kepada perusahaan.

4. Tidak Mempelajari Perusahaan Sebelum Interview

Coba bayangkan kamu adalah seorang recruiter. Lalu ada kandidat yang datang interview, tetapi ternyata tidak mengetahui produk utama perusahaan, layanan yang ditawarkan, atau bahkan bidang bisnis perusahaan tersebut.

Kira-kira, apa yang akan terlintas di pikiranmu?

Kemungkinan besar, recruiter akan bertanya-tanya apakah kandidat tersebut benar-benar tertarik dengan posisi yang dilamar atau hanya sekadar mengirim lamaran ke banyak perusahaan tanpa mencari tahu lebih lanjut.

Untuk itu, ada baiknya sebelum interview kamu luangkan beberapa menit untuk mencari tahu profil perusahaan yang kamu lamar, produk atau layanan yang mereka tawarkan, visi dan misi, hingga perkembangan terbarunya. 

Dengan mengetahui semua ini, akan membantu kamu menjawab pertanyaan dengan lebih pecaya diri, sekaligus menunjukkan bahwa kamu benar-benar tertarik dengan posisi yang dilamar.

5. Mengakhiri Interview Tanpa Kesan yang Baik

Ketika interview selesai, tak sedikit kandidat langsung mengucapkan terima kasih lalu meninggalkan sesi wawancara. Padahal, beberapa menit terakhir ini bisa menjadi kesempatan untuk memperkuat kesan positif di mata recruiter, lho. 

Sebelum interview berakhir, cobalah sampaikan bahwa kamu masih tertarik dengan posisi yang dilamar dan yakinkan recruiter bahwa pengalaman yang dimiliki dapat memberikan kontribusi bagi perusahaan.

Misalnya, kamu bisa mengatakan:

Terima kasih atas kesempatan interview hari ini. Setelah mendengar lebih banyak tentang posisi ini, saya semakin tertarik untuk bergabung dan merasa pengalaman yang saya miliki dapat memberikan kontribusi bagi tim.”

Kalimat sederhana seperti ini dapat membantu recruiter kembali mengingat nilai yang kamu tawarkan sekaligus menunjukkan antusiasme terhadap posisi yang dilamar.

Sudah Siap Menghadapi Interview Selanjutnya?

Jadi, dari lima kesalahan saat interview di atas, kira-kira mana yang masih sering kamu lakukan? Meskipun terlihat sepele, kesalahan-kesalahan tersebut bisa menjadi alasan recruiter ragu untuk melanjutkan proses rekrutmen, lho. 

Namun kabar baiknya, semua hal tersebut bisa diperbaiki dengan persiapan dan strategi yang tepat. Jika kamu sudah siap menunjukkan kemampuan terbaikmu saat interview, kini saatnya menemukan peluang kerja yang tepat.

Melalui Job Portal Bosshire, kamu bisa menemukan 1000+ lowongan pekerjaan dari berbagai perusahaan dan posisi, mulai dari Fresh Graduate, Entry-Level, hingga professional, semua bisa kamu akses dengan cepat dan mudah hanya melalui satu platform.

Yuk, temukan peluang kerja yang lebih sesuai dan mulai perjalanan kariermu bersama Bosshire sekarang juga!