Career Guidance

Resign Tanpa Backup Plan: Bolehkah Keluar Kerja Sebelum Mendapat Pekerjaan Baru?

Bosshire

July 21, 2026

Resign tanpa backup plan mungkin terlintas di pikiranmu ketika lingkungan kerja sudah tidak lagi supportive, bahkan mulai terasa toxic. Atau, benefit dan tunjangan yang kamu terima dari perusahaan tidak lagi sebanding dengan tanggung jawab yang diberikan. Kalau kamu sedang berada di posisi ini, wajar jika muncul keinginan untuk segera mengundurkan diri.

Namun, di balik keinginan tersebut, mungkin kamu merasa bimbang dan bertanya-tanya, bolehkah resign tanpa pekerjaan baru? Atau justru lebih baik resign dulu atau cari kerja dulu?

Nah, supaya kamu tidak salah langkah, artikel ini akan membahas kapan resign tanpa backup plan bisa menjadi pilihan yang masuk akal, apa saja risikonya, serta tips yang perlu dipersiapkan sebelum mengambil keputusan tersebut. Simak baik-baik, ya!

Bolehkah Resign Tanpa Pekerjaan Baru?

Sebenarnya, jawabannya adalah boleh-boleh saja. Ya, karena tidak ada aturan yang mengharuskan seseorang memiliki pekerjaan baru sebelum mengundurkan diri. 

Tapi meski begitu, bukan berarti semua orang lebih baik mengambil keputusan tersebut, ya. Menurut The Muse, keputusan resign tanpa rencana cadangan sebaiknya dilihat dari kondisi masing-masing, mulai dari kesehatan mental, kondisi keuangan, hingga tujuan karier yang ingin dicapai.

Artinya, sebelum menjawab pertanyaan “bolehkah resign tanpa pekerjaan baru?”, coba deh kamu tanyakan semua pertanyaan ini pada dirimu sebelum memutuskan:

  • Apakah aku sudah siap secara finansial?
  • Apakah alasan resign ini sudah dipikirkan matang-matang?
  • Apakah kondisi pekerjaanku memang sudah tidak sehat?
  • Apakah aku punya rencana setelah resign?

Jika jawaban dari pertanyaan-pertanyaan tersebut masih membuatmu ragu, mungkin sekarang bukan waktu yang tepat untuk resign.

Kapan Resign Tanpa Backup Plan Bisa Menjadi Keputusan yang Tepat?

Meskipun terdengar berisiko, ada beberapa kondisi di mana resign tanpa backup plan justru bisa menjadi pilihan yang tepat. Kapan saja itu? Berikut beberapa kondisinya, mulai dari:

1. Pekerjaan Sudah Berdampak Buruk pada Kesehatan Mental

Pexels©

Pada dasarnya, semua pekerjaan memang punya tantangannya tersendiri, tetapi seharusnya tidak sampai membuatmu mengalami stres berkepanjangan, gangguan kecemasan, sulit tidur, bahkan kehilangan semangat menjalani hidup.

Jika pekerjaanmu saat ini sudah mulai mengganggu kesehatan mental maupun fisik, keluar dari lingkungan tersebut justru bisa menjadi bentuk menjaga diri. 

Bagaimana tidak? Lingkungan kerja yang terus-menerus membuatmu tertekan dapat memengaruhi produktivitas, hubungan dengan orang terdekat, hingga kualitas hidup secara keseluruhan.

2. Kamu Sudah Memiliki Dana Darurat

Pexels©

Salah satu faktor terpenting yang perlu kamu pertimbangkan sebelum resign adalah kondisi keuangan. Maka dari itu, sebelum memutuskan resign tanpa backup plan, ada baiknya kamu memiliki tabungan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup selama beberapa bulan sambil mencari pekerjaan baru.

Dengan begitu, kamu tidak terburu-buru menerima pekerjaan yang sebenarnya tidak sesuai hanya karena membutuhkan penghasilan.

3. Tidak Ada Perubahan Meski Sudah Berusaha Memperbaiki Situasi

Sebelum kamu memutuskan resign, coba ingat kembali hal-hal yang kamu rasa menjadi masalah dalam pekerjaanmu. 

Apakah kamu sudah sampaikan masalahmu dengan atasan dan HR? Atau, sudahkah kamu mencoba minta keringanan beban kerja?

Jika semua cara sudah dilakukan tetapi situasinya tetap sama, resign bisa menjadi pilihan yang lebih baik daripada terus bertahan dalam kondisi yang membuatmu tidak berkembang.

4. Sudah Punya Tujuan yang Jelas

Resign tanpa backup plan bukan berarti kamu keluar dari perusahaan tanpa arah. Justru, keputusan ini akan lebih bijak jika kamu sudah memiliki tujuan yang jelas mengenai apa yang ingin dilakukan setelah keluar dari perusahaan.

Misalnya, kamu ingin memanfaatkan waktu untuk beberapa hal seperti:

  • Meningkatkan kemampuan dengan mempelajari skill baru,
  • Membangun portofolio, 
  • Mengikuti pelatihan atau sertifikasi, 
  • Mencoba menjadi freelancer, hingga mempersiapkan diri untuk berpindah industri. 

Dengan memiliki target yang jelas, masa transisi setelah resign bisa menjadi kesempatan untuk mengembangkan diri dan mempersiapkan karier yang lebih baik.

Apa Saja Risiko Resign Tanpa Backup Plan?

Walaupun terdengar melegakan karena bisa segera meninggalkan pekerjaan yang tidak lagi sesuai, keputusan resign tanpa backup plan tetap memiliki sejumlah risiko.

1. Pendapatan Berhenti

Salah satu risiko resign tanpa backup yang paling jelas adalah pendapatanmu akan berhenti karena tidak ada gaji yang masuk. 

Tanpa pekerjaan baru, otomatis kamu tidak lagi menerima gaji bulanan. Kalau belum memiliki tabungan yang cukup, kondisi ini bisa menjadi tekanan tersendiri.

2. Proses Mencari Kerja Bisa Lebih Lama

Banyak orang mengira bisa mendapatkan pekerjaan baru dalam hitungan minggu. Padahal kenyataannya, proses rekrutmen bisa berlangsung selama beberapa bulan tergantung kondisi pasar kerja dan industri yang dituju.

Karena itu, ada baiknya jika kamu mempersiapkan rencana cadangan apabila proses pencarian kerja memakan waktu lebih lama.

3. Muncul Tekanan Psikologis

Di awal setelah resign, mungkin kamu akan merasa lega karena akhirnya terbebas dari tekanan pekerjaan yang selama ini membebani. 

Namun seiring berjalannya waktu, rasa lega tersebut bisa berubah menjadi kekhawatiran, terutama jika pekerjaan baru belum juga didapatkan.

Kamu mungkin mulai bertanya-tanya, “Bagaimana kalau aku belum juga mendapat pekerjaan?”, “Apakah tabunganku cukup sampai beberapa bulan ke depan?”, atau bahkan “Jangan-jangan aku terlalu terburu-buru mengambil keputusan?” Pertanyaan-pertanyaan seperti ini sangat wajar muncul dan cukup sering dialami oleh orang yang memutuskan resign tanpa pekerjaan baru.

4. Terpaksa Menerima Pekerjaan Apa Saja

Umumnya, tujuan resign tanpa backup plan adalah mencari pekerjaan yang lebih baik. Namun, ketika tabungan mulai menipis dan kebutuhan hidup terus berjalan, kamu mungkin merasa terpaksa menerima pekerjaan apa pun, meskipun sebenarnya tidak sesuai dengan minat, kemampuan, atau tujuan kariermu.

Oleh karena itu, memiliki dana darurat sangat penting agar kamu memiliki waktu dan kesempatan untuk memilih pekerjaan yang benar-benar tepat, bukan sekadar pekerjaan yang tersedia.

Resign Dulu atau Cari Kerja Dulu?

Setelah memahami kapan resign tanpa backup plan bisa menjadi pilihan yang tepat beserta berbagai risikonya, mungkin kamu masih bertanya-tanya, sebenarnya lebih baik resign dulu atau cari kerja dulu?

Sayangnya, tidak ada jawaban yang benar-benar mutlak untuk pertanyaan ini. Pasalnya, keputusan tersebut sangat bergantung pada kondisi setiap orang. 

Agar lebih mudah menentukan pilihan yang sesuai dengan situasimu, berikut beberapa kondisi yang bisa dijadikan pertimbangan sebelum memutuskan resign.

Sebaiknya cari kerja dulu jika:

  • Kondisi pekerjaan masih bisa ditoleransi, 
  • Masih memiliki cicilan atau tanggungan keluarga, 
  • Belum memiliki tabungan yang cukup, 
  • Kondisi mental masih cukup stabil.

Pilihan ini lebih aman karena kamu tetap memiliki penghasilan selama proses mencari pekerjaan.

Namun, kamu bisa mempertimbangkan untuk resign dulu jika:

  • Pekerjaan sudah mengganggu kesehatan mental, 
  • Lingkungan kerja sangat toxic, 
  • Kamu memiliki dana darurat yang cukup, 
  • Sudah memiliki rencana setelah resign.

Jadi, Bolehkah Resign Tanpa Backup Plan?

Pada akhirnya, resign tanpa backup plan bukan keputusan yang bisa disamaratakan untuk semua orang.

Jika kondisi pekerjaan masih bisa diperbaiki dan keuangan belum cukup stabil, mencari pekerjaan baru terlebih dahulu biasanya menjadi pilihan yang lebih aman.

Tapi sebaliknya, jika pekerjaan sudah mengganggu kesehatan mental dan tidak lagi memberikan peluang berkembang, keluar dari pekerjaan saat ini juga bisa menjadi keputusan yang tepat.

Kalau kamu masih bertanya-tanya resign dulu atau cari kerja dulu, pilihan yang lebih aman tentu adalah mulai mencari peluang kerja sejak sekarang.

Melalui Job Portal Bosshire, kamu bisa menemukan berbagai lowongan kerja dari beragam industri, membangun profil profesional, hingga terhubung dengan recruiter yang sedang mencari kandidat sesuai keahlianmu.

Jadi, sebelum memutuskan resign tanpa pekerjaan baru, pastikan kamu sudah membuka peluang karier berikutnya bersama Bosshire, ya. Siapa tahu? Mungkin pekerjaan impianmu sudah menunggu!